Selasa, 22 Juni 2021 | 22:14:21 WIB

Warga dan Mahasiswa Lata-lata Janji Selesaikan Kasus Korupsi DD/ADD di Kejari Halsel

Minggu, 17 Januari 2021 | 16:25 WIB
Warga dan Mahasiswa Lata-lata Janji Selesaikan Kasus Korupsi DD/ADD di Kejari Halsel

Sejumlah mahasiswa dan BMI saat berada di Kejaksaan Negeri Halsel. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Dugaan kasus korupsi anggaran dana desa dan alokasi dana desa (DD/ADD) senilai 600juta lebih, yang disalah gunakan oleh mantan kepala desa Abdul Malik Gama yang dilakukan sejak tahun 2017 hingga tahun 2019, belum juga digeser ke meja hijau, karena masih tersendat di tangan penyidik Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan (Kejari Halsel).

"Kami dalam waktu dekat akan mempresur kasus DD/ADD senilai ratusan juta ke Kejaksaan Negeri Halsel. Kami akan datang mempertanyakan penanganan kasus korupsi di Kejari Halsel. Sejauh mana tindaklanjuti kasus itu dan penanganannya seperti apa, itu yang kami ingin tahu," kata Arnol di media ini di desa Lata-lata, Minggu (17/01/2021).

Arnol menegaskan, bahwa keterlambatan penanganan kasus ini karena disebabkan banyak hajatan nasional sehingga pihaknya harus menunda dulu. Menurut agenda mereka, bahwa kasus korupsi ini memang sudah lama dibiarkan, maka dalam kesempatan ini, Arnol berjanji akan mempresur kembali agar penyidik Jaksa bisa bekerja lagi.

"Target kami mantan kades Abdul Malik Gama harus dipenjarakan dan harus disidangkan, supaya kasusnya bisa terungkap. Kalau tidak diungkap maka Malik Gama rasa bahwa kami tidak akan mampu mempenjarakan dia dan mengungkap kasus ini ke publik," tegas Arnol.

Dalam kesempatan itu, Arnol berjanji kasus korupsi yang menyeret-nyeret sejumlah nama, baik itu dikaur pemerintahannya, maupun di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada didesa Lata-lata, tetap akan ditindaklanjuti ke penyidik Kejaksaan.

"Yang kami laporkan di Kejari Halsel itu bukan hanya mantan kades saja, tetapi para kaur-kaur dan ketua serta anggota BPD juga akan kami persoalkan. Karena mereka juga yang selama ini sudah terlibat jauh dalam menyalahgunakan anggaran desa, baik itu dana desa maupun alokasi dana desa. Jadi jangan anda hanya diam saja, dan berlenga-lenga. Anda-anda juga harus bersiap-siap diri untuk diperiksa oleh penyidik Jaksa sebagai tersangka," ujarnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) Arsil Muhammad mengungkapkan bahwa sejak kasus ini mencuat, pihaknya juga ikut mengawal hingga ke meja penyidik Jaksa Halsel. Korupsi bagi Arsil adalah perbuatan yang paling keji dan paling tidak disenangi oleh semua kalangan, maka dari itu, ia berjanji akan mempresur masalah ini ke tangan penyidik Jaksa. Tidak ada kata mundur atau lelah, pihaknya akan terus  mempermasalahkan sampai mereka yang terlibat korupsi akan dipenjarakan.

"Inga! Kami tidak akan tinggal diam. Kami masih bersatu dengan warga Lata-lata untuk berkomitmen untuk mempenjarakan saudara Malik Gama dan seluruh stafnya yang terlibat korupsi dana desa selama tahun 2016 sampai dengan tahun 2019," tandas Arsil.

Terkait dengan membengkangnya saudara Malik Gama dihadapan hukum, bagi Arsil tidak jadi masalah, yang penting kalau sudah didorong ke tangan penyidik Jaksa maka disitulah yang akan diukur kualitasnya.

"Kami tidak mau berargumen soal lambat dan kurang serius penyidik jaksa. Namun yang jelas kasus ini masih sedang diselediki oleh aparat penegak hukum. Kami terus meyakinkan pada penyidik jaksa bahwa saudara Malik Gama dan kroni-kroninya harus ditangkap karena mereka-mereka itulah yang telah menggrogoti uang rakyat di desa Lata-lata," jelasnya.

Untuk itu, kata Arsil melalui Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) ini, pihaknya akan mempertegas pada lembaga Kejaksaan Negeri Halsel bahwa kasus korupsi yang menguras dana desa dan alokasi dana desa segera diadili supaya masyarakat disana jangan dibuat gelisah dan resah atas kasus ini.

"Kami juga punya tanggungjawab moral soal korupsi yang menyeret nama kades, kaur serta anggota BPD setempat. Maka dari itu kami tetap membantu mahasiswa dan warga Lata-lata untuk mendorong kasus ini di Kejaksaan Halsel supaya ada titik terang dipengadilan tipikor Ternte. Sekali lagi kami ingin tegaskan bahwa kami tidak mau main-main dalam kasus korupsi, terutama kasus korupsi DD dan ADD didesa Lata-lata, yang nilainya mencapai ratusan juta lebih," papar Arsil.

Sekedar informasi bahwa dugaan kasus korupsi DD dan ADD yang menyeret nama mantan kades Lata-lata Abdul Malik Gama ini dilaporkan oleh warganya sendiri sejak bulan Juli 2020 di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Kemudian pada pertengahan bulan Agustus 2020, kasus tersebut dilimpahkan lagi dari Kejati Malut ke Kejaksaan Negeri Halsel.

Lalu pada akhir Agustus ditahun yang sama, penyidik Jaksa Halsel mulai melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi dan pelapor. Termasuk menyita sejumlah bukti-bukti dan dokumen petunjuk, baik itu di tangan pelapor maupun ditangan terlapor.

Memasuki bulan september tahun 2020, dari pelapor dan saksi-saksi telah diperiksa penyidik dalam bentuk berita acara pemeriksaan (BAP). Kemudian ditahun itu pula, penyidik Kejari Halsel merubah status perkara itu menjadi status perkara penyidikan.

 

Namun mandek karena, Kepala Seksi Inteljen Kejari Halsel Ridwan Marbun dinyatakan sakit dan akhirnya meninggal dunia. Mudah-mudahan kasus ini tidak mandek ditangan penyidik saja, tetapi kasus itu tetap lanjut ke meja hijau karena korupsi itu adalah musuh kita bersama.

ALDY M

Berita Terkait