Jumat, 23 April 2021 | 07:09:11 WIB

Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Daerah Latihan Tempur Korps Marinir Resmi Ditandatangani

Rabu, 3 Maret 2021 | 10:47 WIB
Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Daerah Latihan Tempur Korps Marinir Resmi Ditandatangani

(FOTO : DISPENKORMAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Komando Latih Korps Marinir (Dankolatmar) Kolonel Mar Suliono, S.E bersama Administratur KPH Malang Hengki Herwanto, menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Daerah Latihan Tempur Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), di ruang rapat Kantor KPH Malang, Jalan Dr. Cipto No.14A, Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (2/3/21).

Kawasan hutan yang digunakan sebagai daerah latihan tempur Korps Marinir tersebut berada di wilayah kerja Perum Perhutani KPH Malang, tepatnya di Pantai Kondang Iwak Dusun Sumber Pucung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang ini, seluas 924,28 Hektar (Ha).

Daerah latihan tempur ini telah diresmikan penggunaanya oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) pada bulan Agustus 2020 lalu dan diberi nama Pantai Baruna, setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 10 Juni 2020 lalu.

Dalam sambutannya, Administratur KPH Malang menyampaikan, dengan adanya penggunaan kawasan hutan yang berada di wilayah BKPH Sengguruh dan BKPH Sumber Manjing digunakan sebagai daerah latihan oleh Korps Marinir, tentunya akan membantu KPH Malang dalam hal pengelolaan, perlindungan sumber daya hutan, baik dari segi ekonomis, sosial serta pelestarian hutan bersama-sama masyarakat sekitar akan lebih baik dan optimal dengan hadirnya Korps Marinir TNI AL.

"Setelah pelaksanaan PKS ini diharapkan akan segera ditindaklanjuti dengan kegiatan riil di lapangan oleh kedua belah pihak baik kami selaku pengelola hutan maupun Korps Marinir," harap Hengki Herwanto.

Dalam sambutannya, Dankolatmar menjelaskan, proses administrasi telah dilalui dari tingkat bawah sampai dengan tingkat pusat, survei, penyusunan perjanjian kerjasama sampai dengan dokumen lingkungan telah dilengkapi semua.  

"Saat ini merupakan momen yang sangat penting sehingga para pihak dapat duduk bersama untuk melaksanakan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama sehingga tidak ada keraguan dasar hukum kawasan ini dijadikan sebagai sebagai Daerah Latihan Tempur Korps Marinir," ujar Kolonel Mar Suliono.

Dankolatmar juga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya penandatanganan PKS ini  "Dengan penandatanganan ini kami merasa lebih mantap dalam menggunakan daerah latihan ini karena secara yuridis kami telah diberikan kewenangan untuk menggunakan kawasan hutan milik perhutani ini sebagai tempat latihan tempur dan pembaretan prajurit marinir," ucap Dankolatmar.

Atas nama Korps Marinir, Dankolatmar mengucapkan terima kasih kepada pihak perhutani khususnya KPH Malang atas dukungan dan kemudahan yang diberikan selama berlangsungnya proses ini.

"Semoga kerjasama ini terus terjalin dengan baik, komitmen kami hutan harus dijaga dan dilindungi kelestariannya dan kami siap bekerjasama dengan pihak perhutani KPH Malang untuk mengamankan kawasan hutan yg sudah menjadi daerah latihan tempur marinir ini," harap Kolonel Mar Suliono.

Hadir dalam penandatanganan ini dari Korps Marinir TNI AL, yaitu Kolonel Marinir Suliono,S.E (Dankolatmar), Letkol Mar  Abdi Zunanda Tambunan (Wadankolat), Letkol Mar Suprihatin (Pasintel), Letkol Mar Pujiono (Paspers), Letkol Mar Wisnu (Paslog), Letkol Mar Rofiq Anwar (Dan Danpuslatpumar 4 Purboyo), Letkol Mar Data (Pasbangtik), Mayor (KH) Rudi (Kaakun), dan Mayor Marinir Sutiono (Kasikum).

Dari Perhutani, yaitu Hengki Herwanto Administratur KPH Malang, Heru Restio (Waka Barat), Agus Suwanda (Waka Timur), Padi Subowo (Asper Sengguruh), Sukiyat (KRPH Sumbermanjing Kulon), dan Suprianto (Kss Komper).  (ARMAN R)

Berita Terkait