Kamis, 13 Mei 2021 | 13:43:59 WIB

Amin Drakel Minta PT. NHM Harus Bertanggungjawab Soal Viral Dua Karyawan di Medsos

Selasa, 16 Maret 2021 | 08:08 WIB
Amin Drakel Minta PT. NHM Harus Bertanggungjawab Soal Viral Dua Karyawan di Medsos

dr Amin Drakel. (Foto: Ist/Lindo)

TERNATE, LINDO - Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, dr Amin Drakel mendesak pada PT. Nusa Halmahera Minerals (PT. NHM) agar bertanggungjawab soal kasus raibnya berkas lamaran yang dibuang oleh dua orang staf karyawan PT. NHM pada beberapa waktu lalu yang sempat viral di jagad media sosial di Maluku Utara.

Menurut Politisi Partai PDI Perjuangan bahwa kasus pembuangan berkas lamaran milik warga masyarakat disekitar tambang PT NHM adalah perbuatan yang sangat memalukan dan sangat mencederai warga sekitar tambang, termasuk perbuatan yang memalukan pada dirinya sebagai mantan anggota serikat buruh di Maluku Utara ini.

"Saya rasa kasus viral pengakuan dua karyawan PT NHM yang membuang berkas pelamar milik warga sekitar tambang adalah perbuatan yang sangat memalukan dan perbuatan yang mencedarai institusi perusahaan. Saya rasa kecewa atas pengakuan dua orang karyawan itu,  dan hal itu sangat memalukan bagi saya atas nama warga sekitar tambang," kata Amin pada media ini di Ternate, Selasa (16/03/2021).

Lebih lanjut, Amin menegaskan bahwa perbuatan dua karyawan PT NHM bernama Dandy M. Reza dan Prilly Pricillia, selain sebagai bentuk perendahan terhadap para pencari kerja, mereka juga memperburuk citra perusahaan.
Setidaknya hal ini harus diusut secara tuntas, apakah kedua oknum karyawan saja atau melibatkan menajemen perusahaan.

“Saya menduga itu sudah terjadi sebelum-sebelumnya, tapi baru kali ini terbongkar,” ucap Dr Amin pada media ini.

Mantan Ketua Serikat Buru Malut itu berpendapat bisa saja rumor yang sering beredar bahwa lowongan perekrutan karyawan hanya bersifat formalitas, benar adanya.

“Jadi begitu lamaran masuk, langsung diabaikan atau dibuang sama seperti yang dikatakan Prilly,” ucap pria yang keluarga besarnya berada diseputaran tambang NHM di Malifut dan Akelmao Kao, Halmahera Utara, ini.

Sebab jika dilihat dari posisi jabatan keduanya sangat strategis. Karena bersentuhan langsung dengan perihal perekrutan tenaga kerja.

“Maka apa yang dikatakan dalam video live Instagram itu, sebenarnya memberi sinyal terkait kondisi faktual yang terjadi di internal perusahaan,” ungkapnya.

Menurut dia, kejadian ini tidak boleh dilihat sekadar kesalahan secara individual, tapi harus lebih jauh lagi. Karena kapasitas Dandy dan Prilly berada dalam sistem manajemen perusahaan.

“Mereka tahu apa yang terjadi di dalam perusahaan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Amin Drakel  meminta pada PT NHM jangan ‘Cuci Tangan’ di Balik status magang dua karyawan viral itu.

Amin juga mengaku sangat ragu dengan keterangan itu. Sebab jabatan Dandy dan Prilly berada dalam Departemen Hubungan Industrial PT. NHM, yakni sebagai Jr. Officer (Apprentice) —(Recruitment, GA & Formalities).

“Jadi tidak logis jika baru magang lalu dipercayakan mengisi jabatan strategis dalam hal perekrutan karyawan. Apalagi dengan kapasitas hanya sebagai karyawan magang, lalu berani membuang berkas para pekerja lamaran, itu tidak mungkin,” bebernya.

Oleh karena itu, ia berharap pada Presiden Direktur PT NHM, Haji Robert Nitiyudo Wachjo, yang dalam setahun ini berupaya membangun citra perusahaan untuk lebih baik dari PT Newcrest – pemilik saham sebelumnya, harus mengevaluasi seluruh manajemen perusahaan.

"Kalau saya lihat belakangan ini, Haji Robert telah menciptakan manajemen ketenagakerjaan di PT NHM yang lebih baik dibanding sebelumnya. Salah satunya proses penerimaan karyawan. Jadi jangan dengan adanya kasus ini citra perusahaan dimata publik akan hancur," jelasnya.

Sebelumnya, Manager Social Performance PT NHM, Hansed Lassa, mengatakan dua karyawan itu masih berstatus magang.

“Mereka hanya ditempatkan di bagian HR atau rekruitmen,” katanya.

Hansed mengungkapkan Departemen Sumber Daya Manusia. Di mana, setiap rencana penerimaan karyawan baru harus lebih dulu melihat, tersedia atau tidaknya personil di internal PT NHM.

Jika tidak ada, atas persetujuan Presiden Direktur, Departemen Sumber Daya Manusia menginformasikan ke Departemen Kinerja Sosial atau Social Performance/SP untuk menyampaikan kebutuhan tersebut ke para Camat dan Kepala Desa di lingkar tambang.
Setelah memperoleh nama-nama sesuai hasil komunikasi para Camat dan Kepala Desa, kemudian diproses oleh Departemen Hubungan Industri PT NHM.

Dari itu, proses seleksi dinyatakan selesai dan nama-nama yang diajukan akan dijadikan karyawan PT NHM. Setelah itu, Departemen SP kembali menginformasikan ke para Camat dan Kepala Desa.

“Jadi, proses rekrutmen setiap karyawan baru telah melalui mekanisme yang seharusnya,” jelasnya.

Haji Robert, kata dia, telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Para Camat dan Kepala Desa lingkar tambang, untuk meningkatkan hubungan yang baik.

“Termasuk membicarakan proses penerimaan karyawan baru. Ini adalah bentuk komunikasi yang dibangun sejak PT NHM diambil alih oleh Indotan Group,” ungkapnya.

Namun, lebih lanjut kata dia, Haji Robert sudah menegaskan bahwa akan mengevaluasi internal PT NHM, jika terjadi proses rekrutmen yang tidak sesuai dengan alur.

CAKEN

Berita Terkait