Kamis, 13 Mei 2021 | 13:03:10 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Terminal Bandara Kuabang Kao, Halut

Rabu, 24 Maret 2021 | 16:09 WIB
Presiden Jokowi Resmikan Terminal Bandara Kuabang Kao, Halut

Presiden Jokowi meresmikan bandara Kuabang Kao, Halut, Malut, Rabu (24/03/2021). (Foto: Penrem 152/Lindo)

HALUT, LINDO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Bandara Kuabang Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Rabu (24/03/2021) siang.

Saat meresmikan, ia memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar frekuensi penerbangan ke bandara itu bisa minimal dua kali dalam satu pekan. Hal ini agar tetap ada pergerakan Bandara Kuabang Kao.

Jokowi menyatakan selama pandemi covid-19 penerbangan reguler di Bandara Kuabang Kao dihentikan sementara. Bandara itu hanya menerima penerbangan carter atau sewaan.

"Saya perintahkan kepada Menteri Perhubungan dan Dirjen untuk di Bandara Kuabang Kao ini paling tidak secepatnya diusahakan minimal seminggu dua kali flight menuju ke sini," ungkap Jokowi.

Jokowi menyatakan penerbangan reguler dua kali dalam satu pekan perlu dilakukan agar manajemen tak kaget jika kondisi sudah normal kembali. Pasalnya, sebelum pandemi, jumlah penerbangan di Bandara Kuabang Kao sekitar tiga kali dalam satu hari.

"Nanti kalau keadaan normal bukanya tidak terlalu kencang. Jadi sudah ada tahapan dua kali seminggu, kemudian baru naik lagi ke keadaan normal tiga kali sehari," jelasnya.

Ia berharap aktivitas masyarakat juga meningkat di sekitar Bandara Kuabang Kao. Terlebih, terminal penumpang di bandara tersebut baru saja diresmikan oleh pemerintah.

"Saya menyambut baik Alhamdulillah terminal penumpang telah siap untuk menunjang aktivitas masyarakat di Halmahera Utara dan sekitarnya dan kami harapkan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara ini," ujar Jokowi.

Kepala negara menjelaskan pembangunan infrastruktur memang menjadi fokus pemerintah beberapa tahun terakhir. Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membangun fisiknya, tapi juga peradaban.

"Bayangkan misalnya dulu sebelum ada jalan dari Halmahera Utara menuju ke Sofifi, harus jalan kaki. Sekarang setelah jalannya ada berarti bisa naik bus, naik sepeda motor bisa naik mobil. Membangun peradaban baru," ucap Jokowi.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga akan menambah daya saing Indonesia di mata dunia. Infrastruktur akan memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

"Membangun infrastruktur bukan hanya melulu fisik, tidak, tapi juga membangun sebuah kompetisi, membangun daya saing dengan negara-negara lain," pungkas Jokowi.

ALDY M

Berita Terkait