Rabu, 12 Mei 2021 | 06:11:18 WIB

Kasal : Suksesnya Penembakan Rudal, Bukti Profesionalisme Prajurit Dan Kesiapan Alutsista

Jum'at, 9 April 2021 | 22:20 WIB
Kasal : Suksesnya Penembakan Rudal, Bukti Profesionalisme Prajurit Dan Kesiapan Alutsista

(FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Suksesnya penembakan rudal C-705 oleh KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 yang menembak tepat mengenai sasaran tembak Eks KRI Balikpapan ini, merupakan bukti profesionalisme prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan kesiapan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsita) yang terpelihara dengan baik.

Ungkapan rasa bangga itu, disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., saat menyaksikan sasaran tembak perlahan-lahan tenggelam akibat hantaman rudal melalui layar monitor di KRI I Gusti Ngurah Rai- 332, di perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) Kamis (8/4/21).

Kasal beserta para Pangkotama TNI AL dan pejabat TNI AL lainnya, menyaksikan dari layar monitor di anjungan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang dijadikan sebagai kapal markas Latihan. Dari monitor tersebut terlihat jelas rudal meluncur dan manghancurkan sasaran yang berjarak lebih kurang 70 km.

Penembakan rudal ini merupakan salah satu serial Latihan Pra Armada Jaya Tahun 2021 yang digelar TNI AL dengan mengerahkan sejumlah Alutsista seperti kapal perang, pesawat udara dan kendaraan tempur marinir dengan daerah latihan di Jakarta, Laut Jawa, Laut Natuna Utara dan Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Latihan yang berlangsung dari 5 April hingga 15 April 2021 ini, adalah persiapan awal sebelum melaksanakan Latihan Armada Jaya, yang merupakan latihan puncak TNI AL. Latihan matra TNI AL yang digelar ini terdiri dari latihan operasi laut gabungan (Opslagab) diperankan oleh Koarmada II Surabaya, latihan operasi gabungan amfibi (Opsgabfib) dilaksanakan oleh Koarmada I Jakarta, latihan Pasukan Pendarat Korps Marinir (Pasrat Kormar) dilaksanakan oleh Kormar, serta latihan operasi pendaratan administrasi (Opsratmin) dilaksanakan oleh Kolinlamil dan latihan operasi pertahanan pantai (Opshantai) dilaksanakan oleh Koarmada I dalam hal ini Lantamal IV Tanjung Pinang.

Latihan ini bertujuan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit TNI AL serta kesiapsiagaan peralatan tempur atau Alutsista TNI AL di lapangan. 

Alutsista yang dilibatkan dalam latihan ini yakni, antara lain kapal perang meliputi : Latopslagab menggunakan kapal perang, yakni KRI R.E. Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Fatahillah-361, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, KRI Nanggala-401, KRI Aluguro-405, KRI Diponegoro- 365, KRI Bung Tomo-357, KRI Teuku Umar-385, KRI Patimura-371, KRI Tjiptadi-381, KRI Pulau Rangsang-727, KRI Sutedi Senaputra–378, KRI Imam Bonjol-383, KRI Sembilang–850. Sedangkan Latopsratmin, meliputi KRI Teluk Bintuni-520, KRI Teluk Lampung-540, KRI Teluk Amboina dan KRI Halasan-630.

Sementara itu, Latopsfib menggunakan kapal perang yakni;  KRI Teluk Cirebon-543, KRI Teluk Ende-517, KRI Teluk Sorong-536, KRI Pulau Raas-726, KRI Bung Tomo-357 KRI Teuku Umar-385, KRI Patimura-371, KRI Imam Bonjol-383, KRI John Lie-358 dan KRI Tjiptadi-381 dan Latopshantai meliputi KRI Barakuda-814, KRI Krait-827, KRI Sigurot-864. Selain itu juga dikerahkan 5 pesawat udara, 10 kendaraan tempur yang terdiri dari BTR-50 6 unit dan BMP-3F sebanyak 4 unit. (ARMAN R)

Berita Terkait