Selasa, 22 Juni 2021 | 07:57:07 WIB

BLKK Pondok Tahfiz Generasi Rabbani Quran Persiapkan SDM Santri Lewat Bahasa Inggris Dan Jepang

Rabu, 14 April 2021 | 17:43 WIB
BLKK Pondok Tahfiz Generasi Rabbani Quran Persiapkan SDM Santri Lewat Bahasa Inggris Dan Jepang

Balai Latihan Kerja Komunitas Pondok Tahfiz Generasi Rabbani Qurani. (FOTO : ARMAN/LINDO)

BANDUNG, LINDO - Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Pondok Tahfiz Generasi Rabbani Qurani yang dibangun 
pada Oktober 2020 lalu, mempersiapkan santrinya dengan kemampuan berbahasa Inggris dan Jepang.

BLK Komunitas yang bernaung di bawah Yayasan Generasi Rabbani Qurani ini, dibangun dengan seluas 17 M2 kali 14 M2. Yang terdiri dari gudang, ruang Instruktur, ruang pertemuan ruang belajar, serta ruang seminar.

Kepala BLK Komunitas Pondok Tahfiz Generasi Rabbani Qurani, Zainal Abidin, menyampaikan, yayasannya menilai dengan bahasa para peserta pelatihan/santri bisa berkomunikasi dengan dunia luar.

Itulah alasan, mengapa BLKK ini membuka pelatihan bahasa. Berdiri di Kecamatan Cileunyi, BLKK ini membuka pelatihan jurusan bahasa, yakni bahasa Inggris dan Jepang. 

"Bahasa ini bisa menjadi modal dasar bagi para santri. Karena, selain menjadi seorang hafidz, pelatihan bahasa ini bisa menjadi nilai tambah bagi para santri. Untuk bisa berkomunikasi dengan dunia luar, membuka wawasan, dan tentunya membuka peluang kerja," ungkap Zainal, di BLK Komunitas Pondok Tahfiz Generasi Rabbani Qurani, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/4/21)

Sampai sejauh ini lanjutnya, pelatihan yang dipersiapkan baru untuk bahasa Inggris. "Untuk bahasa Jepang belum bisa dimulai. Ke depan, diharapkan ada pelatihan untuk bahasa asing lain, misalnya Bahasa Arab, Korea, atau Mandarin. Bahasa yang berkaitan erat dengan dunia/lapangan kerja," ujar Zainal.

Peserta pelatihan kata Zainal, untuk tahap awal diambil dari para santri. Tapi, ke depan bisa juga menerima peserta pelatihan dari masyarakat di sekitar BLK Komunitas. 

"Untuk sementara peserta diambil dari lulusan SMP atau yang sederajat dan yang bersekolah di SMA. Kami akan bersinergi dengan aparat desa, untuk perekrutan warga," tuturnya.

Menurutnya, tidak semua santri mengikuti pelatihan di BLKK ini, hanya mereka yang berminat saja. Tapi, diharapkan bisa diikuti banyak santri. "Karena ini kan bermanfaat," katanya.

Namun, dari 70 santri yang ada, sekitar 70 persen berminat untuk mengikuti pelatihan. Para santri semuanya mondok di pesantren, karena banyak yang jauh daerah asalnya. Karena, sudah terbiasa belajar bahasa Arab, turut memotivasi  para santri untuk belajar bahasa Inggris, untuk bisa berkomunikasi lebih luas lagi.

"Apalagi teknologi juga banyak menggunakan bahasa Inggris," kata Zainal. Pelatihan dilakukan dalam durasi satu bulan dalam satu paket, yang diikuti 20 peserta. Dalam satu tahun dilaksanakan pelatihan sebanyak dua paket. Agar tidak mengganggu program pesantrennya. 

Sehingga, program pesantrennya tetap berjalan. Pelatihan di BLK sifatnya untuk menambah ketrampilan para santri.

Pelatihan akan dimulai menunggu jadwal program dari pemerintah. Jadi, sampai sekarang masih menunggu dari Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung sebagai pembina dari BLKK wilayah Jawa Barat, kapan bisa dimulai. Sementara, instruktur sudah siap, tapi baru untuk bahasa Inggris.

Zainal menerangkan, sesungguhnya untuk pelatihan bahasa Inggris tidak perlu menunggu jadwal dari pemerintah. Karena, para santri banyak yang sudah bisa mengimplementasikan pelajaran bahasa Inggris yang diajarkan 

"Jadi, pembelajaran sebenarnya, tidak perlu menunggu program pemerintah," tuturnya. Bisa dimasukan dalam jadawal ponpes, karena fasilitasnya sudah diberikan oleh pemerintah. Sebaiknya, fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan, jangan buang-buang waktu dengan menunggu jadwal program dari pemerintah. Kalau mengikuti program pemerintah, jadwalnya dimulai pada Mei 2021," kata Zainal.


BLK Komunitas Perlu Forum Guna Membentuk Jaringan

Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) membutuhkan forum guna membentuk network atau jaringan. Ini diperlukan untuk mengembangkan keberhasilan pelatihan yang diselenggarakan.

Hal ini mengemuka menyusul pertemuan sedikitnya 10 BLKK, yang berlangsung di BLKK Pondok Tahfiz Generasi Rabbani Quran, di Kampung Sekarjengkol, Desa Cileunyi Kulon, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa (13/4/21).

Kepala BLK Komunitas Pondok Tahfiz Generasi Rabbani Quran Zainal Abidin menyatakan, forum BLKK se Bandung sangat diperlukan untuk  mmengembangkan keberhasilan hasil pelatihan. "Khususnya untuk para peserta," ujarnya.

Pertemuan dihadiri sejumlah BLKK dari Majalaya, Banjaran, Pengalengan, Cimenyan, Cileunyi, Pacet, serta Ciparay. "Mereka sangat setuju memventuk forum untuk berkolaborasi," tutur Zainal.

Menurutnya, dengan saling bertemu antara BLK Komunitas diharapkan bisa memunculkan ide-ide baru, ide-ide kreatif. Selain itu, karena berlainan program pelatihan, bisa saja dilakukan saling tukar santri untuk mengikuti pelatihan. 

"Ini tentunya bisa memperkaya ketrampilan tiap santri. Selain pula bisa saling tukar informasi, yang sangat berguna untuk kelanjutan santri setelah mengikuti pelatihan," ujar Zainal.

Misalnya, satu BLKK bisa menginformasikan ke BLKK lainnya, seputar lowongan pekerjaan. Atau hal-hal lain, yang terkait dengan keberlangsungan operasional BLK Komunitas, seperti mengurus perizinan atau sejenisnya. 

"Jadi, tidak tergantung ke BBPLK Bandung terus," kata Zainal. Atau, imbuhnya, bisa juga saling bertukar/ memasarkan produk yang dihasilkan, satu sama lain. Itulah pentinya dibentuk forum BLKK se Bandung, dan dilakukan pertemuan berjangka.

"Ide ini sudah saya lontarkan ke BBPLK Bandung," ujarnya. Dalam satu tahun dibangun 1000 BLKK kalau tidak bersinergi membentuk suatu jaringan akan berat. Jadi lebih baik membetuk suatu jaringan di wilayah masing-masing. (ARMAN R)

Berita Terkait