Sabtu, 31 Juli 2021 | 06:11:09 WIB

Di Duga Pemda Halut Buta Mata Hati, Apdesi Mandul Siltap Tak Cair

Senin, 17 Mei 2021 | 22:52 WIB
Di Duga Pemda Halut Buta Mata Hati,  Apdesi Mandul Siltap Tak Cair

Lindo Halut - Penghasilan Tetap (Siltap)  Kepala Desa dan Perangkat Desa  bagi 196 Desa yang ada di Kabupaten Halmahera Utara nasib di ujung tanduk karena tak kunjung cair oleh Pemerintah Kabupaten Halut melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Halmahera Utara.

 

" Hal ini di benarkan oleh beberapa Kepala Desa salah satunya Kades Wosia Kecamatan Tobelo Tengah Tommy Moses yang juga sebagai Ketua Harian APDESI Kabupaten Halut, ketika dikonfirmasi melalui whatsapp (wa), menjelaskan bahwa terkait dengan Siltap bagi 196 desa APDESI telah lakukan langka langka untuk menindak lanjuti jauh sebelumnya masuk bulan Suci Ramadhan (bulan puasa) sampai saat ini, " jelas Ketua Senin (10/05/2021).

 

" Selanjutnya, Kata Tomy kami APDESI telah lakukan audens dengan Pjs.Bupati Halut, bahwa Pjs.Bupati telah pastikan ke Sekda dan Kaban Keuangan untuk segera melakukan pembayaran Siltap, ini kami APDESI pertemuan dengan Pjs.Bupati sejak pekan kemarin di beberapa sebelum lebaran," kata Tomy.

 

" Namun tetapi dalam audens tersebut APDESI meminta ke Pjs.Bupati bahwa Siltap harus dibayar sejak di tahun 2020 yang belum terbayar dan 4 bulan di tahun 2021, maka APDESI memastikan dengan sendiri hal tersebut pasti akan tuntas sebelum memasuki lebaran Idul Fitri namun kenyataan sampai H-2 Lebaranpun belum ada tanda tanda realisasi atau pencairan, karena yang kami minta dari Pj. bupati itu pembayaran harus merata untuk semua Desa sebanyak 3 bulan, namun tak ada realisasi," kesal ketua.

 

" Selain itu, tindak lanjuti dan tak tinggal diam oleh APDESI Halut lanjut ia, kami APDESI telah lakukan pertemuan juga dengan Plt Sekda pada pukul 11.00 wit 10 Mei 2021, dan dalam pertemuan tersebut APDESI meminta kalau boleh pembayaran Siltap harus 3 bulan namun tidak ada kepastian dari beliau (PLT Sekda) dan dari pihak keuangan sendiri telah akomodir pembayaran Siltap hanya 1 bulan saja bagi desa yang beragama Muslim, tapi kami tetap bertahan harus 3 bulan," terangnya.

 

" Sehingga kami APDESI kembali meminta Pjs Bupati  Halut Saifuddin Djuna pertimbangkan untuk Siltap sebaiknya 3 bulan secara keseluruhan desa yang di Halut, namun tetapi sampai saat berita ini ditayang belum ada respon atau tanggapan baik dari Pjs Bupati dan PLT Sekda Halut," ungkapnya.

 

" Dengan demikian kata Ketua APDESI Tomy Moses, ketika tidak ada tanggapan balik terkait Siltap untuk dilakukan realisasi maka kami akan lakukan aksi besar besar, " Saya (Tomy) sementara atur trategi untuk lakukan aksi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara," tegas Tomy.

 

" Selain itu, awak media ini lekukan konfirmasi ke Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Halmahera Utara Mahmud Lasiji melalui Whatsapp namun konfirmasi itu tidak ada respon dan tak ada jawaban balik dari Mud Lasiji, setelah itu di tanggal 12 Mei 2021 pukul 09.10  wit Mud menjawab melalui whatsapp yaitu bahwa sebagian desa sudah dicair dan itu bagi desa Muslim saja, " kata Mud.

 

" Kemudian inilah nasib buruk dari 196 desa di Halut yang mana Hari Raya Idul Fitri didepan mata dan sampai di Idul Fitri pun namun tidak ada tanda tanda kehidupan, dan salah satu Kades yang enggan namanya dimedia, katakan bahwa Pemda Halut tebang pilih dan pilih Kasih, yang lain punya hak sudah terbayar sedangkan kami para kades dan perangkat desa tidak ada sama sekali, kasian nasip kami," ucapnya.

 

" Namun tetapi apa boleh buat,  katanya Kaban Keuangan Daerah bagi yang Muslim sudah ada pencairan, lalu Desa kami tidak ada percairan, jangan jadi sorga telinga, karena staf saya (Kades) serta perangkat desa lainnya juga kurang lebih 60 persen muslim, kong kanapa Tara cair, ini sudah tidak jelas sama sekali, dan jelas jelasnya tebang pilih ataukah di duga KAS Daerah Kosong, kalau itu dugaannya Kas kosong jangan terlalu janji janji muluk, mau apa lagi Lebaran sudah selesai mau di kata apa, menangis tak ada yang pukul, tertawapun tak ada yang lucu, itulah Pemda Halut, " Kesalnya.

 

" Ketika dikonfirmasi kembali ke Ketua Harian ADPESI Halut yang juga selaku Kepala Desa Wosia Tomy Moses oleh Media ini, katanya kami Apdesi tak akan tinggal diam karena itu adalah hak bukan persoalan lain lain, yang kami kejar adalah hak kami, dan itupun langkah terkhir kami dari Apdesi yang akan dilakukan adalah harus aksi besar besar,  kami sementara persiapan dengan teman teman, masalah waktu untuk aksi menunggu hasil rapat keputusan bersama para Kades, tegas Tomy Senin (17/5/2021). 

 

" Sementara hasil pantauan dari media ini, bahwa apa yang telah dikatakan Kaban Keuangan Mud Lasiji " ada sebagian desa muslim sudah cair," tetapi ternyata beberapa desa di Kecamatan Tobelo tidak ada pencairan, sampai memasuki lebaran Idul Fitri, dan harapan para perangkat Desa Sirna sudah memasuki hari besar dengan tangisan, maka dinilainya dugaan Pemda Halut Buta Mata Hati ,Pilih kasih dalam persoalan Pencairan Siltap dan di duga APDESI Halut menutup mata dan dianggap tumpul menyuarakan hak para Pemerintah Desa, tak berani, hanya bicara tindakannya nol besar dalam menindak lanjuti persoalan Siltap ini ".  ( Jef )

 

 

Berita Terkait