Sabtu, 31 Juli 2021 | 07:11:22 WIB

Seorang Warga Tobelo Ahiri Hidupnya Dengan Seutas Tali

Sabtu, 22 Mei 2021 | 16:46 WIB
Seorang Warga Tobelo Ahiri Hidupnya Dengan Seutas Tali

Foto dok, Satu Warga Tobelo Hilangkan nyawanya Dengan Gantung diri

Lindo Halut - Peristiwa gantung diri kembali lagi terjadi di Desa Wari Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Jumat 21 Mei 2021 pukul 23.00 Wit.

 

Hal ini di sampaikan oleh Kasubag Humas Polres Halut AKP Mansur Basing, mengatakan bahwa pihak Personil Piket Fungsi Reskrim Pokres Halut mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada terjadinya gantung diri oleh seorang warga di desa Wari Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara pada Jumat (21/05/2021) pukul 23.00 Wit," jelasnya.

 

" Selanjutnya kata Kasubag Humas, Personil SPKT dan Piket fungsi yang di pimpin oleh KBO Reskrim IPDA Muhammad Kurniawan,S.TrK dan bersama Tim Identifikasi Polres Halut menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), kurang pukul 23.15 wit dan semapainya di TKP mengumpul data bakat serta mengamankan TKP, " katanya.

 

" Menurut Kasubag Humas, korban gantung diri Napoleoan Pesu (61) tahun, petani, asal desa Wari Kecamatan Tobelo, serta saksi saski diantaranya Yuningsi Dawile (57) tahun istri korban, Meidi Y.Pedu (21) tahun anak korban".

 

Sehingga dari keterangan saksi saksi sesuai dengan kronologis kata Kasubag Humas, sekitar pukul 18.30 wit, istri korban Yuningsih Dawile kembali dari pasar dan sesampai di rumah dia ( saksi istri korban) melihat korban bersama Rinto dan Arlan sementara memasang ubin rumah (tehel) dirumah korban.

 

Saat itu istri korban sempat memarahi Rinto dan Arlan karena telah mengkonsumsi miras disaat kerja, setelah itu pukul 21.00 wit istri korban langsung beristirahat (tidur), namun tetapi di pukul 23.00 wit istri korban mendengar suara keras dibagian dapur rumah korban.

 

Kemudian istrinya korban bergegas untuk mengecek asal suara yang didengar itu, ternyata istrinya menemukan korban dalam keadaan tak sadarkan diri dengan posisi seutas tali yang terikat dibagian lehernya korban," ucapnya.

 

Dengan demikian istri melihat hal tersebut, istrinya langsung berteriak memanggil anaknya Meidi Pedu untuk sama sama melihat kondisi korban, dan anaknya Mei langsung memegang nadi korban ayahnya dibagian lengan, dan teenyata si Mei langsung katakan pada ibunya bahwa korban Ayahnya tidak bernyawa atau meninggal dunia, dan langsung memanggil keluarga mereka yang berada di sekitar rumah mereka,"terangnya.

 

Kemudian Pukul 23.50 wit rangkaian olah TKP dan Pulbaket selesai dilaksanakan, selanjutnya KBO Reskrim IPDA Muhammad Kuniawan,S.Tr.K bersama dengan Tim identifikasi berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk menindaklanjuti kasus tersebut," ungkapnya.

 

Namun tetapi dari pihak keluarga korban sendiri membuat surat penolakan untuk korban diOtopsi dan pihak korban katakan ini adalah merupakan kejadian tersebut murni Ganting diri dan tidak akan melakukan upaya Hukum lainnya," jelasnya.

 

Penjelasan Kasubag Humas, selain itu di duga korban menghabisi nyawanya karena dipengaruhi oleh Minuman Keras (Miras) dan menurut saksi bahwa upaya gantung diri oleh korban sudah berulang ulang kali namun telah dicegat oleh istrinya maupun keluarga lainnya," terangnya.

 

Dan pihak keluarga korban untuk menanggapi kejadian tersebut (gantung diri) telah menerima dan memahami bahwa ini adalah musibah bagi keluarga, " tuturnya.

( Jef )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait