Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:57:44 WIB

Zakat Fitrah 2021 di Desa Akelamokao Paling Terbesar di Malut

Sabtu, 22 Mei 2021 | 18:58 WIB
Zakat Fitrah 2021 di Desa Akelamokao Paling Terbesar di Malut

Para pengurus Badan Amil Desa Zakat Infaq dan Sedakah (ZIS) Desa Akelamo. (Foto: Arfan/Lindo)

AKELAMOKAO, LINDO - Zakat fitrah wajib hukumnya bagi setiap umat muslim selama bulan Ramadhan, atau sebelum perayaan Idul Fitri.

Zakat fitrah dinilai sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan kepada orang-orang yang membutuhkan ketika merayakan kemenangan setelah beribadah di bulan suci Ramadhan selama satu bulan penuh.

 

Selain itu, zakat juga diyakini dapat menyucikan diri bagi orang yang melaksanakannya. Desa Akelamo Kao dan desa Akelamo Cinga-cinga adalah salah satu contoh desa yang mampu mengelola Badan Amil Desanya dari Zakat Infaq dan Sedakah (ZIS). Mereka telah menerima zakat, setelah dua hari merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

 

Imam Desa Akelamo Kao yang didampingi oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh adat, menghitung zakat maal, zakat infaq dan sadakah yang diberikan oleh para pewajib zakat dalam desa yang jumlahnya mencapai Rp.83.162.000. Jumlah tersebut belum termasuk dengan zakat fitrah.

Menurut keterangan Imam desa Akelamo Kao bahwa jumlah tersebut ada peningkatan yang cukup signifikan setelah kehadiran Baznas Provinsi Maluku Utara yang menda'wakan tentang Zakat, Infaq dan Sadakah (ZIS) serta tujuan pengelolaannya.

 

"Alhamdulillah pada Ramadhan 1440 Hijriyah, terhimpun sekitar Rp.23 juta lebih, namun pada Ramadhan 1441 Hijriyah, terhimpun sekitar Rp.62 juta lebih, dan pada Ramadhan  1442 Hijriyah tahun ini terhimpun jumlahnya makin meningkat. Pencapaian ZIS tersebut juga karena adanya kerjasama antara pemerintah desa, tokoh agama maupun tokoh adat serta semua pihak, baik yang pro Halbar maupun yang pro Halut. Mereka semua punya tekad yang sama  yakni mengelola Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) untuk membangun desa yang sejahtera masyarakatnya," kata Imam Desa Akelamo Kao. 

 

Dari dana ZIS yang terhimpun sebanyak 100 persen itu, pengelolaannya dipercayakan kepada pemerintah desa dan Badan Amil Desa yang diketuai oleh Imam Desa Akelamo Kao H Kamaruddin M Djae dengan pengawasannya dari Baznas Provinsi Maluku Utara. Sedangkan pengelolaannya lebih diarahkan pada kegiatan produktif yang mengarah pada pemberdayaan umat dengan memaksimalkan modal penghidupan masyarakat pedesaan yaitu, bertani tanaman holtikultura, dan sebagiannya mengarah pada nelayan dan beternak.

 

Menurut Kepala Desa Akelamo Cinga-cinga Djabid Hi Abdullah bahwa program swasembada pangan lokal yang diolah dengan berbasis zakat, infaq dan sadakah itu,
pelaku terdepannya adalah para masyarakat kategori miskin, para rumah tangga muda dan korban dari kerja serabutan di kota akibat pandemi yang sudah kembali kedesa dan diarahkan untuk menggarap lahan atau mata pencaharian yang dipilihnya.

 

"Kami tetap mengharapkan bimbingan dan petunjuk dari Baznas Provinsi Malut, agar masyarakat kami juga ikut masuk sebagai desa binaannya. Dengan adanya bimbingan dan petunjuk serta pendampingan yang cukup intensif dari Baznas Provinsi Malut, maka kami juga ikut merasakan adanya pergeseran prilaku dari ketergantungan pada komoditas tunggal yaitu hanya dari hasil pendapatan kopra dan sebagian menangkap ikan teri. Kini hal itu sudah mulai sadar dengan mendapatkan tambahan pendapatan melalui usaha komoditas aneka ragam sebagaimana yang saya sebutkan diatas," ujar Djabid Abdullah.

 

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Kepala Desa Akelamo Kao Talabuddin M Djae. Menurut dia, sejauh ini  pihaknya juga ikut turut serta menjalankan bimbingan dari Baznas Malut, agar bisa menunaikan kewajiban berZIS pada setiap bulan.

 

"Kami juga dapat bimbingan dari Baznas Malut, agar dapat menunaikan kewajiban berZIS disetiap bulan bagi yang telah memenuhi haul dan nisab sekaligus sebagai suatu edukasi dan perwujudan kepekaan sosial di dalam desa. Cara ini kami maksudkan agar dari dana ZIS yang terhimpun, walaupun nilainya masih relatif kecil, namun pengelolaan produktifnya lebih berkesinambungan. Saya yakin hal ini akan mengundang pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang tujuan serta pemanfaatan pengelolaan ZIS," tandasnya.

 

Sementara itu, nilai infaq yang diterima oleh Badan Amil Desa Akelamo dalam tahun ini sebesar Rp.11.020.000 dan sadakah sebesar Rp.12.242.000. Hal itu meningkat kembali sebesar 6 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan perolehan ZIS kesemunya berasal dari masyarakat di dalam desa Akelamo Kao.

 

"Insyha Allah kedepan nanti kami akan tingkatkan lagi, baik nilai zakat, infaq maupun sadakah," tuturnya.

 

CAKEN

Berita Terkait