Sabtu, 31 Juli 2021 | 06:20:41 WIB

Kutuk Tindakan Pemerkosaan Anak Dibawah Umur, PB Djaman Malut Desak Polda Pecat Polisi Cabul

Selasa, 22 Juni 2021 | 22:13 WIB
Kutuk Tindakan Pemerkosaan Anak Dibawah Umur, PB Djaman Malut Desak Polda Pecat Polisi  Cabul

Foto (Dok) Kapala bidang pemberdayaan Perempuan PB DJaman Malut Irmayani H Ibrahim

LINDO TERNATE - Pengurus Besar dJaringan Mahasiswa Nuku Maluku Utara (PB dJAMAN MALUT) Bidang pemberdayaan perempuan, mengutuk keras dan Mendesak Polda Maluku Utara Agar Memecat Salah Satu Oknum polisi (Polisi Cabul) yang bertugas Dipolsek Jailolo Selatan, Karena dengan Sengaja melakukan Tindakan Pemerkosaan pada (13/06) Beberapa Waktu Lalu.

 

Kepada Media Ini, Selasa (22/06/2021) PB dJaman Bidaang Pemberdayaan Perempuan, Irmawati H Ibrahim, Menjelaskan, Kejadian bejat ini terjadi di sidangoli pada tanggal 13 juni 2021 Lalu.

 

Di Katakan irma Sapaan Akrabnya, Sangat Miris, aksi pemerkosaan ini dilakukan di dalam polsek jailolo selatan, dan dilakukan langsung oleh oknum polisi berpangkat briptu Tersebut

 

"Kami mengutuk keras tindakan bejat yang dilakukan oknum polisi cabul Sebab, Sebagai penegak Hukum seharusnya menjadi pengayom untuk melindungi Masyarakat dan menindak tegas kasus-kasus pemerkosaan yang terjadi, tapi ini malah menjadi pelaku. Sungguh miris oknum-oknum berotak cabul di negeri ini dan Kami juga mendesak agar polda malut dapat serius dalam penanganan kasus ini, jangan ada yang coba kong kalikong untuk menutupi kasus, bila perlu segera pecat oknum cabul yang merusak nama baik kepolisian Republik Indonesia" Turut tegas irmayanti H Ibrahim yang juga ketua bidang pemberdayaan perempuan dJAMAN MALUT.

 

"Mirisnya lagi, korban yang masih berusia 16 tahun (dibawah umur) tersebut diminta oleh salah satu oknum polisi berpangkat provos untuk menuntut ganti rugi kepada pelaku senilai 2 juta rupiah untuk uang ganti rugi menutup malu lalu dibagi 2 dengan provos," Kesal irma.

 

Irma Bilang, Kasus sementara dikawal oleh LSM DAURMALA dan harus menjadi perhatian serius bagi kita semua. 

 

"Kami dari bidang pemberdayaan perempuan dJAMAN MALUT mengajak kepada senua elemen gerakan, khususnya pemerhati perempuan, agar sama-sama kita kawal sampai tuntas kasus pemerkosaan ini. Sudah banyak kasus pemerkosaan yang terjadi di daratan halmahera, jangan tutup mata dan telinga, kita harus bergerak bersama," Ajak Irma.

 

Aktifis PB djaman Malut Ini juga mengungkapkan, untuk pihak yang menangani kasus, dalam hal ini Polda Malut, "Agar tidak membuang-buang waktu dan segera mengusut tuntas kasus, sesuai dengan tugas pokok polisi yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, bukan menjadikan masyarakat (anak) sebagai pelayan nafsu bejatnya." Jelas irma.

 

(Asdar.S)

 

Berita Terkait