Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:43:26 WIB

Menaker Ida Wanti-wanti Perusahaan Sektor Esensial Perketat Protokol Kesehatan

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 22:50 WIB
Menaker Ida Wanti-wanti Perusahaan Sektor Esensial Perketat Protokol Kesehatan

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, mewanti-wanti perusahaan sektor esensial untuk lebih ketat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Hal ini mengingat pekerja/buruh pada perusahaan sektor esensial dapat mempekerjakan 100 persen pekerjanya di tempat kerja. 

"Kita harus pastikan protokol kesehatan itu berjalan dengan baik dan sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, jika ada pekerjanya yang ditemukan positif, maka perusahaan akan tutup selama 5 hari," kata Menaker Ida Fauziyah saat meninjau dan mensosialisasikan Penerapan Prokes Bagi Perusahaan Kategori Esensial, di PT Panasonic Gobel Solutions Manufacturing Indonesia, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Jumat (27/8/21). 

Untuk itu, dalam kunjungan kerjanya ke Pasuruan, Menaker Ida ingin memastikan penerapan Prokes benar-benar dijalankan dengan baik pada sektor esensial. 

"Saya bersama LKS Tripartit Nasional ini melihat secara langsung protokol kesehatan, karena Panasonic ini adalah salah satu sektor esensial yang diperbolehkan untuk buka kembali dengan prokes yang ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi," terang Ida.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan dengan memanfaatkan aplikasi seperti PeduliLindungi, akan meningkatkan efektivitas pencegahan penularan Covid-19. 

"Dengan aplikasi ini bisa dilihat pekerja sudah divaksinasi atau belum, dan terkonfimasi positif Covid-19 atau tidak. Dengan itu kita bisa menekan penyebaran dan penularan COVID-19," jelas Menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini

Agar penerapan Prokes dapat berjalan maksimal di perusahaan sektor esensial, Menaker pun meminta peran dan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah daerah dalam mengawasi protokol kesehatan ini. (ARMAN R)

Berita Terkait