Selasa, 24 November 2020 | 16:54:51 WIB

Masyarakat Hadirkan Festival Buku Se Dou Kalaodi di Atas Gunung Tidore

Minggu, 18 November 2018 | 11:22 WIB
  • Masyarakat Kelurahan Kalaodi menggelar Festival Buku se Dou (Bukit dan Lereng Pegunungan) yang bertempat di kelurahan Kalaodi, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Sabtu (17/11). (FOTO: IST/LINDO)

TIDORE KEPULAUAN, LINDO - Masyarakat Kelurahan Kalaodi menggelar Festival Buku se Dou (Bukit dan Lereng Pegunungan) yang bertempat di kelurahan Kalaodi, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Sabtu (17/11) berlangsung meriah dengan menampilkan tradisi lokal masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan atas inisiasi pemerintah kelurahan serta masyarakat kelurahan Kalaodi untuk memperkenalkan tradisi dan kearifan lokal masyarakat yang berada tepat dibawah kaki gunung kie Matubu.  

Diapit oleh perbukitan hijau dan di bawah lereng bukit, gemuruh bunyian tifa, moro-moro, dan kabata menggemuru berirama memecah pagi di perkampungan Kalaodi, Sabtu (17/11).

Pagi itu, suasana kampung Kalaodi yang terletak di atas ketinggian ± 900 mdpl itu terlihat berbeda dari biasanya. Sebab, terlihat ratusan orang berkumpul tuk menyaksikan prosesi pergelaran seni dan budaya masyarakat kampung Kalaodi, lewat kegiatan “Buku Se Dou Kalaodi.”

Buku se dou Kalaodi, merupakan kegiatan adat dan budaya masyarakat Kalaodi yang berkaitan erat dengan menjaga alam. Karena dalam kehidupannya, masyarakat Kalaodi yang bermukim di bawah bukit dan lereng pegunungan hutan Lindung Tagafura itu, dalam aktivitasnya selalu bersentuhan dengan alam sekitar.

Tak heran, jika kampung Kalaodi atau biasa dikenal dengan nama kampung di atas awan itu, sering juga disebut dengan kampung ekologi.

Di pergelaran seni dan budaya berupa buku se dou Kalaodi kali ini, masyarakat Kalaodi menampilkan berbagai atraksi budaya lokal, mulai dari tari-tarian, lagu-lagu tradisional, serta permainan tradisional.

Tidak hanya itu, kegiatan buku se dou Kalaodi tersebut juga menampilkan aneka jajanan kuliner khas daerah, hingga souvenir.

Dari pantauan LINDO di lokasi kegiatan, masyarakat kota Tikep dan lebih khususnya masyarakat Kelurahan Kalaodi terlihat sangat antusias dengan kegiatan festival Buku Se Dou yang memang menampilkan tradisi.

Festival ini juga menghadirkan keragaman hasil produksi, penampilan music dan tarian tradisional, serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan kehidupan sosial-ekologi masyarakat Kelurahan Kalaodi.

Untuk diketahui, kegiatan buku se dou Kalaodi yang dilaksanakan oleh masyarakat Kalaodi itu, dihadiri Staf Ahli menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Direktur eksekutif Walhi Nasional, Staf Ahli Walikota Tidore, Sultan Tidore H. Husain Syah, Ketua PKK Kota Tidore Kepulauan Hj Rahmawati Muhammad Sinen, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tidore, dan Kepala Kecamatan Tidore Timur. (Red)