Selasa, 27 Oktober 2020 | 05:20:39 WIB

Lokalisasi Beroperasi Kembali, Bupati Minta Satpol PP Tertibkan

Minggu, 6 Januari 2019 | 19:39 WIB
  • Masih Beroperasi: Meski sudah keluar SK penutupan dari pemerintah, namun lokalisasi Kampung Kajang tetap beroperasi. (FOTO: RADAR-KUTIM/LINDO)

SANGATTA, LINDO – Lokalisasi Kampung Kajang (K2) yang berada di Sangatta Selatan kembali beroperasi seperti biasanya. Benar saja, informasi tersebut juga dibenarkan oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman. Katanya, dirinya juga sudah mendapatkan laporan terkait beroperasinya kembali lokalisasi Kampung Kajang.

Lokalisasi pelacuran yang telah resmi dibubarkan oleh Pemkab Kutim pada 15 Desember 2014 silam ini, ternyata diam-diam beroperasi kembali.” Kita juga mendapatkan laporan itu,” ujar Bupati Ardiansyah.

Agar tidak berlarut-larur, dirinya akan segera meminta kepada Satpol PP dengan berkoordinasi kepada aparat keamanan untuk kembali melakukan penertiban di lokalisasi tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendataan apakah yang kembali beroperasi adalah wajah-wajah lama atau pendatang baru.

Pasalnya, sejak ditutup akhir tahun lalu, seluruh penghuni lokalisasi tersebut sudah diberikan biaya santunan sebesar Rp 10 juta per orang dan dipulangkan ke daerah masing-masing. Jika dalam pendataan masih didapatkan wajah baru, maka jelas melanggar kesepakatan.

"Kita minta Satpol tertibkan. Apakah wajah baru atau lama. Sesuai dengan aturan yang ada, lokasi itu wajib steril,” ujarnya.  

Memang diakuinya, pasca terjadi penutupan lolasisasi pelacuran terbesar di Kutim itu, banyak keluhan masyarakat setempat. Karena alasannya bahwa perekonomian mereka menjadi menjadi anjlok.

Meskipun demikian, dirinya mengaku lebih banyak yang menginginkan lokalisasi tersebut ditutup dari pada tidak. Karena lebih banyak menghasilkan dampak negatif ketimbang positif. Apalagi lokasinya berada ditengah-tengah masyarakat umum.

“Namun sejak tercetus rencana penutupan lokalisasi tersebut sudah ada gambaran atau rencana pembuatan taman kota dengan dibarengi pembangunan pusat kerajinan dan usaha berbasis kerakyatan di bekas berdirinya lokalisasi itu. Minimal menyadur konsep taman bersemi yang ada di Kecamatan Sangatta Utara. Hanya saja, master plan relokasi kawasan bekas prostitusi tersebut hingga kini belum ada perkembangannnya, baik dari Camat Sangatta Selatan sendiri maupun dari Bappeda Kutim,” katanya.

Sebagaimana diketahui Pemkab Kutim pada Desember 2014 lalu telah menutup lokasilasai pelacuran Kampung Kajang Kecamatan Sagatta Selatan. Bahkan Pemkab Kutim melalui Dinas Sosial Kutim sudah menyalurkan santunan kepada setiap Wanita Tuna Susila (WTS) dan Mucikari sebesar Rp 10 juta per orang, serta memulangkan mereka ke kampung halaman.

Namun ditengarai, para WTS ini kembali ke Sangatta dan beroperasi kembali di bekas lokalisasi ini karena tidak dijaga dan diawasi oleh aparat keamanan dan kecamatan setempat.

PROBONTANG