Senin, 06 Juli 2020 | 04:07:55 WIB

Sebarkan Video Penembakan Christchurch, Remaja Terancam Dipenjara

Senin, 18 Maret 2019 | 10:28 WIB
  • Brenton Tarrant hadir dalam persidangan kasus penembakan di pengadilan distrik Christchurch, Selandia Baru, Sabtu 16 Maret 2019. (FOTO: AFP/MARK MITCHELL/LINDO)

CHRISTCHURCH, LINDO - Seorang remaja berusia 18 tahun muncul di sebuah pengadilan di Selandia Baru terkait penembakan brutal di dua masjid di Christchurch. Remaja yang namanya dirahasiakan itu didakwa karena telah menyebarkan video livestream yang dibuat pelaku, Brenton Tarrant.

Remaja tersebut juga didakwa atas penyebaran sebuah foto salah satu masjid di Christchurch. Foto tersebut disertai tulisan, "target telah ditetapkan." Jika terbukti bersalah, maka remaja tersebut terancam dijatuhi vonis 14 tahun penjara untuk masing-masing dakwaan.

Seperti dilansir dari laman AFP, Senin 18 Maret 2019, Hakim Pengadilan Distrik Stephen O'Driscoll tidak memberikan kesempatan bebas dengan jaminan, dan remaja itu akan kembali ke persidangan pada 8 April mendatang. Meski didakwa, remaja tersebut diyakini tim investigator tidak terlibat langsung dalam penembakan.

O'Driscoll menambahkan, detail mengenai dakwaan yang dilayangkan kepada remaja tersebut juga akan dirahasiakan.

Sidang dengar pendapat tersebut dilakukan usai Tarrant, pria 28 tahun asal Australia, membunuh 50 orang dan melukai puluhan lainnya dalam aksi teror di Christchurch pada 15 Maret. Tarrant secara brutal menembaki para Muslim yang sedang menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Noor dan Masjid Lindwood.

Saat beraksi, Tarrant merekam aksinya tersebut via metode livestreaming di media sosial Facebook. Sebelum melancarkan aksi brutalnya itu, Tarrant merilis sebuah manifesto berisikan pandangan ekstremis sayap kanan dan juga supremasi kulit putih.

Sabtu 16 Maret, Tarrant muncul di ruang persidangan di pengadilan distrik Christchurch. Tarrant mengenakan baju tahanan berwarna putih dan kedua tangannya terborgol.

Dia duduk di hadapan hakim yang membacakan satu dakwaan pembunuhan. Serangkaian dakwaan lainnya diyakini akan dilayangkan kepada Tarrant.

Mantan instruktur kebugaran itu sempat melihat ke arah media di ruang sidang. Proses persidangan tertutup untuk umum atas alasan keamanan. Tarrant tidak mengajukan memohon skema uang jaminan, dan langsung dibawa ke ruang tahanan hingga persidangan berikutnya pada 5 April mendatang.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengonfirmasi bahwa Tarrant telah mendapatkan izin kepemilikan senjata api secara legal. Merespons penembakan di Christchurch, PM Ardern bertekad memperketat aturan kepemilikan senjata api.

MEDCOM