Senin, 13 Juli 2020 | 17:35:29 WIB

17 Mahasiswa Diperiksa terkait Polisi Terbakar di Cianjur

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 23:19 WIB
  • Unjuk rasa berujun rusuh di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8). (FOTO: MI/LINDO)

BANDUNG, LINDO - Sebanyak 17 mahasiswa diperiksa polisi terkait unjuk rasa yang mengakibatkan empat petugas polisi terbakar, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis, 15 Agustus 2019. Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka terkait peristiwa tersebut.
 
"Hingga saat ini 17 orang mahasiswa yang diamankan dan dimintai keterangan sebagai saksi. Selain mahasiswa, ada satu orang warga yang diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Markas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Jabar, Jumat, 16 Jumat 2019.
 
Dia menerangkan penyidik masih menyelidiki pelempar bahan bakar minyak saat Aiptu Erwin memadamkan ban bekas yang dibakar massa. Dia belum bisa memastikan di antara 17 mahasiswa yang diperiksa sebagai tersangka pelempar bahan bakar.

"Penyidik masih bekerja sesuai prosedur mendasari alat bukti yang ada dan olah TKP awal. Kita akan menentukan siapa pelaku yang melakukan perbuatan," ujarnya.
 
Aiptu Erwin terbakar saat memadamkan ban yang dibakar mahasiswa saat unjuk rasa di depan kantor Pemkab Cianjur. Selain Erwin, tiga orang anggota polisi lainnya juga mengalami luka bakar.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat dan Polres Cianjur melakukan gelar perkara terkait dugaan penganiayaan anggota polisi saat terjadi demonstrasi di Cianjur, Jawa Barat. Sejumlah bukti jadi bekal penyidik merunut peristiwa.
 
"Hari ini akan dilakukan gelar perkara dengan beberapa alat bukti yang sudah diamankan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Dedi membeberkan barang bukti disita di antaranya seragam anggota polisi yang terbakar, ban bekas, jaket almamater, 24 buah telepon genggam, spanduk, dan bendera. Sisa-sisa pembakaran di lokasi kejadian juga turut diambil.

"Sisa residu ini masih didalami. Peserta (diduga sengaja) melempar bensin kepada aparat keamanan," ucap Dedi.
 
Sementara itu, Polda Jawa Barat telah menangkap sebanyak 30 pedemo yang diduga berbuat ricuh. Mereka terdiri dari tujuh kelompok mahasiswa mengatasnamakan Organisasi Cipayung Plus.
 
"Ada elemen dari GMNI, PMII, HMI, HIMAT, CIF, IMM dan PD Hima Persis Cianjur," sambung Dedi.
 
Aksi mahasiswa berujung rusuh terjadi usai aksi bakar ban di depan kantor Pemkab Cianjur, Jawa Barat. Anggota polisi yang tengah berjaga disiram bensin saat berusaha menghalangi dan memadamkan api dari pembakaran ban bekas. Empat petugas dilaporkan terluka.
 
"Aiptu Erwin (dirujuk) ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, dan Bripda Anif ke RS Polri Sartika Asih Polda Jawa Barat," ucap Dedi.

MEDCOM