Selasa, 11 Agustus 2020 | 13:02:45 WIB

Polri Diminta Transparan Usut Konflik Papua

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:40 WIB
  • DPR minta Polri usut pihak yang provokasi kerusuhan di Papua Barat. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Anggota Dewan Perwakilan (DPD) terpilih Provinsi Papua Yorrys Raweyai meminta Polri menindak tegas pelaku provokasi yang berujung ricuh di Papua. Penegakan hukum secara tegas dan transparan diyakini membuat kondisi di Papua tenang.
 
"Tuntutan masyarakat satu, bagaimana tuntutan lewat kepolisian mengungkap secara transparan, tegas, dan memberikan hukum apa yang disebut sebagai pelaku provokasi," kata Yorrys di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Agustus 2019.
 
Polri diminta mengusut pihak yang pertama kali melaporkan adanya perusakan bendera merah putih di depan Asrama Papua, Surabaya, Jawa Timur. Pelapor disebut tidak menyertakan bukti-bukti yang kuat dalam laporannya.

"Pelapor tidak bawa alat bukti, bagaimana mau diproses, tapi itu kemudian diviralkan ke Papua melalui media dengan waktu yang relatif singkat dan masif. Emosi dan akumulasi masalah sosial memuncaklah," ujarnya.
 
Menurut politikus Golkar itu, permintaan maaf yang disampaikan kepala daerah hingga presiden tidak cukup meredam konflik. Pemerintah pusat harus turun langsung untuk melakukan pendekatan secara intens kepada masyarakat setempat.
 
"Kalau hukum di Surabaya harus tuntas dan bisa mereda, kalau yang lain saya bilang politis saja, tinggal bagaimana pendekatan (pemerintah)," pungkasnya.

MEDCOM