Selasa, 25 Februari 2020 | 18:56:07 WIB

Warga RT02 Santiong Keluhkan Pelayanan PDAM

Rabu, 28 Agustus 2019 | 20:36 WIB
  • Ilustrasi - Krisis air bersih, warga Ternate rebutan air bersih. (FOTO: TERASMALUKU/LINDO)

TERNATE, LINDO - Warga lingkungan RT.02 RW.04, kelurahan Santiong, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, provinsi Maluku Utara (Malut), pada Rabu (28/8/2019), mengeluhkan pelayanan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kota Ternate.

Warga di lingkungan tersebut, mengeluh karena kurang lebih 3 bulan terakhir, warga tidak mendapat pelayanan air bersih secara maksimal.

Salah seorang warga RT.02 kelurahan Santiong, Julfikar, mengaku, untuk memperoleh pelayanan air bersih dari pihak PDAM, warga harus bergadang hampir semalam suntuk, untuk menampung air PDAM.

"Ini sudah berlangsung selama kurang lebih 3 bulan terakhir. Kami harus bergadang, sebab air PDAM baru mengalir ke RT.02 pada tengah malam," keluh Julfikar.

Bahkan, kata Julfikar, tak jarang, warga di Santiong khususnya di RT.02 harus membeli air isi ulang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, padahal kewajibannya sebagai pelanggan telah dipenuhi setiap bulannya, dengan membayar tagihan rekening air.

"Kami hanya menuntut hak kami saja, karena semua kewajiban yang dibebankan sudah kami penuhi, maka kami meminta hak kami," ucap Julfikar dengan nada kesal.

Keluhan yang sama juga disampaikan Empy, warga Santiong lainnya. Kata dia, persoalan pasokan air bersih di lingkungan Santiong bukan hal baru. "Ini sudah berulang kali disampaikan warga, tetapi sampai saat ini, belum ada respon dari pihak PDAM," ujar Empy.

Dia berharap, pemangku kebijakan untuk memperhatikan hal ini. "Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terkait masalah ini," cetusnya.

Sementara itu, pihak PDAM Kota Ternate melalui Kabag Tehnik Nofri Gimon mengungkapkan soal distribusi air bersih ke pelanggan masih tetap dilaksanakan, hanya saja ada sedikit problem yang menggaggunya distribusi air bersih ke pelanggan.

"Saat ini kita masih miliki pipa dalam tanah dengan sistem jaringan lama dan jaringan baru, hanya saja ada perbaikan jalan aspal oleh dinas lain sehigga menganggu pengaturan pipa induk. Banyak pipa yang suda tertutup dan mulai rusak serta karatan," ungkapnya.

Nofri menegaskan bahwa, paska kebakaran kantornya saat itu sehingga membuat data mereka ikut hangus sehingga data jaringan awal yang dimilikinya juga raib.

"Bukan kita tidak bisa atur tapi kendala kita disitu yaitu pengaturan titik faletnya yang tidak ada lagi," keluhnya.

Nofri mengakui saat ini pihkanya sedang meminta tenaga ahli untuk memantau titik yang rusak dan titik yang tidak berfungsi.

"Kami sedang meminta tenaga baru untuk ditempatkan di wilayah yang dianggap bermasalah. Ada beberapa tenaga yang sudah meninggal dan sudah pensiun, namun kami sudah siapkan tenaga baru, hanya saja kami masih menunggu rekomendasi saja," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nofri juga meminta pada semua pelanggan PDAM yang ada di kota Ternate, khususnya warga di RT.02 agar bersabar  lagi hingga bebearapa bulan kedepan.

"Saya bersama teman-teman tekhnik akan mencari solusi bagaimana caranya masalah ini bisa diselesaikan. Kami juga berharap kepada masyarakat untuk bersabar dalam waktu 1, 2 bulan ini karena ada beberapa pipa yang harus kami perbaiki," paparnya.

Sedangkan Direktur PDAM Ternate, Abdul Gani Hatari saat dihubungi media ini, melalui aplikasi pesan singkatnya, tidak mau merespon pertanyaan wartawan.

EMPY/ALDY