Jumat, 23 Oktober 2020 | 12:27:20 WIB

Hilang 31 Tahun, Sosok Carmi Diyakini dari Tanda Lahir

Jum'at, 30 Agustus 2019 | 15:28 WIB
  • Keluarga saat melakukan panggilan video pertama kalinya dengan Carmi. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

CIREBON, LINDO - Menghilangnya Carmi selama 31 tahun di Arab Saudi menimbulkan beragam spekulasi. Lama tak bersua membuat keluarga Carmi sempat pangling.
 
Ilyas, 85, ayah dari Carmi, sempat diminta kepastiannya oleh pihak KBRI Riyadh, bahwa yang saat ini sudah berada di KBRI adalah Carmi yang dimaksud.
 
"Kata Pak Sa'dunnya (pihak KBRI), benar enggak ini Carmi," ujar Ilyas Jumat, 30 Agustus 2019.

Ilyas langsung meyakini bahwa itu adalah anaknya dari karena mirip dengan keluarga yang lainnya. Namun untuk memastikan, Ilyas meminta pihak KBRI, untuk memeriksa bagian jari kaki dari Carmi.
 
"Tadinya cuma setengah badan saja. Terus saya minta tunjukkan jari kakinya," kata Ilyas.
 
Menurut Ilyas, Carmi memang memiliki tanda lahir. Yaitu salah satu jari kakinya menumpuk dengan jari yang lainnya. Kondisi itu juga dimiliki oleh adik dari Carmi.
 
"Pas diperiksa, ternyata benar. Jadi saya sangat yakin itu Carmi," ujar Ilyas.
 
Ilyas menceritakan saat akan panggilan video dengan putri sulungnya itu, ia memanggil seluruh keluarganya untuk berkumpul. Menurutnya, keluarga juga sudah rindu dengan Carmi.
 
"Kumpul semua, banyak yang lihat langsung Carmi dari ponsel," kata Ilyas.
 
Carmi, merupakan TKW asal Cirebon yang sempat hilang kontak selama 31 tahun, berhasil ditemukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi. Namun, Carmi sudah lupa dengan bahasa Indonesia ataupun bahasa daerahnya.
 
Ilyas, juga mengakui Carmi sudah tidak bisa berbahasa Indonesia, Ilyas dibantu oleh Atase Ketenagakerjaan KBRI Riyadh, Sa'dullah Affandi.
 
"Saya dibantu Pak Sa'dun karena Carmi tidak paham bahasa Indonesia dan Cirebon," kata Ilyas.
 
Informasi yang ia terima, Carmi saat ini sudah berada di KBRI Riyadh. Carmi akan dikumpulkan dengan sejumlah TKW lainnya dari Indonesia.
 
Berkumpulnya Carmi dengan warga negara Indonesia lainnya, juga diharapkan bisa membuat Carmi kembali bisa menggunakan bahasa Indonesia.

MEDCOM