Rabu, 27 Mei 2020 | 23:02:46 WIB

Tarif Impor Baru Diberlakukan, Harga Minyak Dunia Jatuh

Selasa, 3 September 2019 | 09:20 WIB
  • Harga minyak terdongkrak ketegangan Dagang AS-Tiongkok. (FOTO: ANTARA/LINDO)

HOUSTON, LINDO - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah tarif impor baru diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan juga Tiongkok. Kondisi itu akhirnya meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global dan permintaan minyak mentah.
 
Mengutip Antara, Selasa, 3 September 2019, minyak mentah berjangka internasional Brent ditutup turun 59 sen menjadi USD58,66 per barel, setelah diperdagangkan serendah USD58,10 pada siang hari. Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 33 sen menjadi sebesar USD54,77 per barel.
 
Aktivitas perdagangan minyak tipis karena libur publik untuk Hari Buruh Amerika Serikat. AS mulai memberlakukan tarif 15 persen untuk berbagai barang Tiongkok mulai Minggu 1 September saat Tiongkok memberlakukan bea masuk baru terhadap minyak mentah AS, peningkatan terbaru dalam perang dagang yang merugikan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua belah pihak masih akan bertemu untuk pembicaraan bulan ini. Trump, yang menulis di Twitter, mengatakan tujuannya adalah guna mengurangi ketergantungan AS terhadap Tiongkok, dan ia kembali mendesak perusahaan-perusahaan Amerika untuk mencari pemasok alternatif di luar Tiongkok.
 
"Sekalipun Presiden Trump telah mengindikasikan bahwa pembicaraan terjadwal antara Amerika Serikat dan Tiongkok masih akan dilanjutkan, pasar semakin banyak mengundurkan diri ke kebuntuan yang berlarut-larut antara kedua negara dan akan mencari ke arah pelonggaran bank sentral untuk menopang selera risiko," Kata Harry Tchilinguirian dari BNP Paribas.
 
Retribusi Beijing sebesar lima persen pada minyak mentah AS menandai pertama kalinya bahan bakar telah ditargetkan sejak dua ekonomi terbesar dunia itu memulai perang dagang mereka lebih dari setahun yang lalu.
 
Arab Saudi pada Senin 2 September menunjuk Yasir al-Rumayyan, kepala lembaga pengelola dana kekayaan negara (sovereign wealth fund), sebagai ketua perusahaan minyak raksasa milik negara Aramco, menggantikan posisi Menteri Energi Khalid al-Falih.
 
Produksi minyak dari anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak pada Agustus naik untuk bulan pertama tahun ini, karena pasokan yang lebih tinggi dari Irak dan Nigeria melebihi pengekangan oleh eksportir utama Arab Saudi dan penurunan yang disebabkan oleh sanksi AS terhadap Iran.
 
Di Amerika Serikat, Badai Dorian diperkirakan membawa hujan lebat dan gelombang badai pada Senin 2 September sampai Rabu malam, 4 September ke pantai Atlantik Florida sebelum bergerak ke utara di sepanjang pantai Georgia, dan Carolina.
 
Pusat Topan Nasional (NHC) menyebut Dorian mengecualikan hantaman langsung ke daratan AS. Jika tetap menerjang lepas pantai, badai mungkin tidak akan mengakibatkan penurunan permintaan bahan bakar yang biasanya mengikuti banjir badai dan pemadaman listrik.

MEDCOM