Sabtu, 15 Agustus 2020 | 02:19:25 WIB

Polri Segera Tangkap Benny Wenda

Selasa, 3 September 2019 | 16:22 WIB
  • Benny Wenda adalah Pemimpin Gerakan Serikat Pembebasan Papua Barat (ULMWP) di London, Inggris. (FOTO: VOA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan pihaknya tak main-main dengan provokator kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Benny Wenda. Pemimpin Gerakan Serikat Pembebasan Papua Barat (ULMWP) itu segera ditangkap.
 
"Kalau di Indonesia sudah ditangkap. Dia kan di London," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 3 September 2019.
 
Dedi menyebut Benny kerap menyebarkan informasi palsu dan fitnah tentang Papua. Benny sering menyebut Pemerintah Indonesia menelantarkan Papua dan Papua Barat.

Informasi palsu itu dibagikan lewat media sosial Twitter. Benny bahkan meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membantu kemerdekaan Papua.
 
Dedi menuturkan terdapat 52 ribu konten hoaks soal kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Konten tak hanya disebarkan Benny.
 
"(Provokator lainnya) banyak. Bukan dari akar rumput. Twitter berarti sudah golongan elite, baik di dalam dan luar negeri yang mencoba membakar situasi," ucap Dedi.
 
Dedi enggan membeberkan dalang propaganda luar negeri lainnya. Jenderal bintang satu itu menyebut sudah 2 ribu akun diblokir.
 
"Yang belum tertangkap (pelakunya) dan diblokir ada creator tiga akun, buzzer layer satu tiga akun, buzzer layer dua 34 (akun)," tutur dia.
 
Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut Benny Wenda provokator di balik kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Moeldoko mengatakan Benny selalu memprovokasi masyarakat Papua dengan menyebarkan berita bohong.
 
Masyarakat yang terpancing akhirnya bertindak vandal. Benny juga disebut sering bergerilya mengumpulkan dukungan politik di Australia dan Inggris.
 
Benny Wenda merupakan tokoh separatis Papua yang mendapatkan suaka politik dari Inggris pada 2002. Benny membuka kantor gerakan Papua merdeka di Oxford, Inggris, pada 2013.

MEDCOM