Senin, 25 Mei 2020 | 21:33:52 WIB

Seruan Damai Dari Tokoh Lintas Agama Untuk Bumi Cenderawasih

Kamis, 5 September 2019 | 14:24 WIB
  • (FOTO : KORANPROGRESIF.CO.ID/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tokoh Lintas Agama bersama pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua mengeluarkan enam seruan damai pasca unjuk rasa tolak rasisme yang berlangsung rusuh di Kota Jayapura.

Enam seruan merupakan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) yang digagas Kepala Kantor Wilayah (Kanwil)Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Pendeta Amsal Yowei dan Ketua FKUB Papua Pendeta Lipiyus Biniluk, Rabu Siang (4/9).

Enam seruan itu, meliputi himbuan seluruh elemen masyarakat agar menjaga dan mempertahankan tanah Papua damai. Doa dan puasa bersama lintas agama pada 6 September 2019, menolak demonstrasi pada situasi dan kondisi terkini di Papua karena berisiko anarkis.

Tokoh lintas agama di Papua menolak rasisme antar elemen masyarakat di Indonesia, serta meminta Menteri Komunikasi dan Informatika memulihkan akses internet di Papua. Terakhir, Tokoh lintas agama memandang perlu adanya Asrama Nusantara bagi seluruh mahasiswa di Indonesia.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua Pendeta Amsal Yowei menuturkan, rapat koordinasi tokoh lintas agama ini merupakan hasil kerja sama dengan FKUB Papua. Dalam rapat ini menghasilkan seruan untuk menjaga kedamaian di Papua. “Pertemuan ini menyepakati demo-demo yang terjadi di Papua tidak terkait agama, melainkan murni kriminal,”kata Amsal.

Ia mengharapkan seluruh umat beragam di Papua tetap menjaga kerukunan dan kedamaian di tanah Papua. Seruan ini akan diteruskan kepada Pemerintah Derah Papua, TNI-Polri maupun Menteri Agama RI.  “Papua masih dalam kondisi aman dan damai,” tegasnya.

Ketua FKUB Papua Pdt Lipiyus Biniluk mengatakan, seruan ini merupakan hasil kesepakatan bersama tokoh lintas agama di Papua. Dalam rapat itu, tokoh lintas agama meminta proses hukum kasus rasisme dipercepat.

Dia mengimbau seluruh masyarakat tidak terprovokasi, tetap rukun dan damai di atas tanah Papua. “Kami berterima kasih kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk membantu kedamaian di Papua,” ucap Lipiyus. (ARMAN R)