Selasa, 02 Juni 2020 | 11:28:50 WIB

Raih Rekor Dunia, Ribuan Warga "Coho Gia Kololi Kie Ternate"

Sabtu, 7 September 2019 | 03:54 WIB
  • Waliota Ternate Burhan Abdurahman (kanan) menerima penghargaan Rekor Dunia oleh perwakilan MURI di Kota Ternate, Malut, Jumat (6/9/2019). (FOTO: FATAH/LINDO)

TERNATE, LINDO - Sebanyak 42 ribu orang masyarakat Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), pada Jumat (6/9/2019) sore melakukan ritual Coho Gia Kololi Kie Ternate (berpegang tangan kelililng pulau Ternate) sepanjang 42 kilometer mengestafetkan Sang Saka Merah Putih, berhasil meraih rekor Muri dunia.  

Acara ritual yang di gagas oleh Jarkot itu, diawali di Kedaton Kesultanan Ternate yang dirangkaikan deng prosesi adat sebelum bendera sang saka Merah Putih di estafetkan hingga Finish di situs cagar budaya nasional Fort Oranje Ternate, yang merupakan venue  Festival Kota Kretaif atau ICCF 2019.

Tiba di Banteng Oranje, bendera Sang Saka Merah Putih yang diterima oleh Sekretaris Jarkot,  Ipank Mahardika, kemudian diserahkan ke Panglima Koalisi Pemuda Indonesia (KAPITA) Imanullah, kemudian dilanjutkan ke pasukan Paskibraka dan selanjutnya diserahkan ke Walikota Ternate, Burhan Abdurahman.

Wali Kota Ternate,  Burhan Abdurrahman dalam keterangannya mengatakan, kegiatan pegang tangan mengelilingi Pulau Ternate (memeluk gunung) ini memiliki makna yang sangat mendalam, yang mana dari Ternate kita menganyam Indonesia dalam kebersamaan serta persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.

"Ini kegiatan positif yang baru pertama kali dilaksanakan di Dunia. Apresiasi saya berikan kepada Jaringan Komunitas Ternate (JARKOT) dan seluruh warga kota Ternate yang telah turut berpartisipasi menyukseskan acara ini," kata Walikota.

Sementara perwakilan Museum Rekor Dunia Indoneisa (Muri), Triyono mengatakan, kegiatan berpegang tangan keliling Ternate merupakan event baru yang untuk pertama kali dilaksanakan di Dunia, sehingga Muri memberikan rekor dunia untuk event Coho Gia Kololi Kie Ternate.

"Persatuan masyarakat Ternate kita akui, bahwa kita adalah satu Indonesia, walaupun berbeda-beda kita tetap bersatu dan rekor dunia pantas di berikan untuk kegiatan ini," jelasnya.

ALDY