Sabtu, 15 Agustus 2020 | 02:26:55 WIB

Benny Wenda Coba Angkat Isu Papua Di SIdang Umum PBB, Namun Diusir Keamanan PBB

Sabtu, 28 September 2019 | 17:27 WIB

JAKARTA, LINDO - Benny Wenda yang mengklaim sebagai tokoh perjuangan Papua Merdeka dan kini bermukim di Oxford Inggris, gagal masuk ke ruang sidang umum Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Pria yang diduga menjadi dalang dibalik aksi kerusuhan yang belakangan terjadi di Papua itu, tidak diijinkan masuk ke ruang sidang umum PBB, karena PBB saat ini memiliki peraturan baru.

Benny Wenda awalnya berupaya masuk ke ruang sidang, ketika sidang Majelis Umum PBB yang diikuti perwakilan ratusan negara seluruh dunia sedang berlangsung.

“Kini PBB punya aturan baru, hanya warga negara resmi dari negara peserta yang bisa masuk dan hadir dalam Sidang Umum (SU) PBB,” kata Delegasi RI asal Papua, Nick Messet, melalui pesan WA, Jumat Malam 27/9).

Benny Wenda sebelumnya mencoba masuk ke ruang sidang melalui delegasi Vanuatu. “Benny Wenda cs mau masuk ruang sidang PBB dengan ikut delegasi Vanuatu tapi tidak diijinkan, karena peraturan PBB kali ini cukup keras,” ungkap Messet.

Sehingga, Benny Wenda tidak lagi bisa ikut delegasi Vanuatu seperti sebelum-sebelumnya. “Saya kira ini bagus sekali, peraturan PBB cukup ketat bagi setiap peserta SU PBB,” ungkap Messet.

Situasi SU PBB terkait nasib Papua termasuk apa yang terjadi belakangan ini tidak banyak negara yang menanggapi. Negara-negara peserta Sidang Umum PBB mengikuti perkembangan situasi dan kondisi Papua melalui media.

Setiap negara punya persoalannya masing-masing yang harus mendapat perhatian dari SU PBB dan waktu untuk bicara di atas mimbar SU PBB juga sangat terbatas hanya 10 menit.

Sehingga, banyak negara besar tidak ingin mencampuri negara lain. Mereka lebih fokus menyampaikan persoalan di negaranya sendiri.

"They can only say, Sorry and have sympathi to the Papuans! Apart from that, nothing else (Mereka hanya bisa berkata, Maaf dan bersimpati pada orang Papua! Selain itu, tidak ada yang lain)," katanya. (ARMAN R)