Jumat, 21 Februari 2020 | 10:16:21 WIB

Ceramah Road To Zero Accident Di Lanud Atang Sendjaja

Jum'at, 29 November 2019 | 10:18 WIB
  • (FOTO : PENLANUDATS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kepala Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja Angkatan Udara (Kadislambagjaau)  Marsma TNI Agung H. Santoso beserta rombongan, memberikan ceramah Lambangja Road To Zero Accident (RTZA), di Skadron Udara 8 Wing 4, Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (Ats), Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/11).

Tim ceramah Road To Zero Accident terdiri dari beberapa pejabat Dislambangjaau, Dispsiau dan Diskesau yang diikuti seluruh anggota Lanud Atang Sendjaja (Ats).

Komandan Wing Udara 4 Kolonel Pnb Muzafar mewakili Komandan Lanud (Danlanud) Ats Marsma TNI Eding Sungkana dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sosialisasi RTZA di lingkungan kerja merupakan kegiatan yang sangat penting dan dinantikan. Sebab,  Lanud Ats masih banyak memerlukan berbagai pengetahuan maupun informasi tentang keselamatan terbang dan kerja.

Menurutnya, Lanud Ats merupakan Pangkalan Udara Operasional, dengan frekuensi penerbangan yang cukup tinggi. Baik dalam mengoperasikan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) maupun latihan serta tugas sosial lainnya.

“Oleh karena itu, pemahaman tentang safety harus mendapat perhatian utama dalam melaksanakan tahapan-tahapan keselamatan terbang dan kerja pada setiap pelaksanaan tugas,” ujar Kolonel Pnb Muzafar.

Banyak faktor lanjutnya, yang memungkinkan dapat terjadinya accident maupun incident kerja. Salah satunya selain disebabkan dari faktor kodrat alam, juga adalah manusia yang mengawaki pekerjaan tersebut. 

“Faktor rutinitas, kejar target, serta sikap tidak peduli sangat berpeluang terjadinya kesalahan kerja. Untuk itu diperlukan pembinaan terus-menerus melalui peningkatan dan pemahaman tentang keselamatan terbang dan kerja,” ungkapnya.

Sementara itu Kadislambagjaau, menyampaikan ucapan syukur dan bangga, pada 2019 ini berhasil mencapai Zero Accident. Pencapaian ini merupakan hasil kekuatan doa dan upaya serta kerja keras yang dilakukan terus- menerus.

“Prestasi ini jangan sampai membuat kita lengah. Namun hal ini harus dijadikan momentum yang tepat sekaligus sebagai pelopor untuk terus membenahi organisasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), dalam membangun safety culture yang generatif,” ujar Marsma Agung H. Santoso.

Kadislambangjaau menjelaskan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Yakni mendorong adanya keterbukaan, kejujuran dan kepercayaan melalui sistem pelaporan (safety reporting system).

Sistem pelaporan yang bersifat proaktif akan mampu mengindentifikasi hazard dengan akurat. “Yang akan digunakan sebagai bahan untuk mengukur resiko kerja yang dihadapi," pungkas Kadislambagjaau.

Turut hadir dalam ceramah Lambangja, para pejabat Mabesau, para kepala dinas,  komandan satuan Lanud Ats serta Para Perwira, Bintara dan Tamtama Lanud Ats. (ARMAN R)