Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:16:30 WIB

Manakala Virus Corona Menguji Ketahanan Bangsa, Parpol Ke Mana?

Senin, 23 Maret 2020 | 22:59 WIB
  • Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH CBL. (FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Virus corona menjadi momok paling menakutkan sejagat raya dalam kurun 2-3 bulan terakhir ini. Mengapa tidak, dia telah menyumbang jumlah kematian yang signifikan di pelbagai negara di dunia secara cepat dan menyasar siapa saja tanpa pandang bulu. 

Hingga saat ini, Virus Corona yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun 2019, sudah menyebar ke-178 negara dan telah menginfeksi 244.740 orang di seluruh dunia, sebanyak 10.024 orang meninggal dunia dan 87.407 orang lainnya dinyatakan sembuh. 

Di Tiongkok, secara resmi melaporkan ada 3.245 kasus kematian akibat Virus Corona sejak bulan Desember 2019, dari total 80.928 kasus Virus Corona. Di Iran, Virus Corona membunuh 1 (satu) orang tiap 10 (sepuluh) menit dan 50 orang terinfeksi Virus Corona setiap jam, dengan jumlah korban tewas 1284 orang dan 18.407 orang yang positif terinfeksi. Di Italia, telah mengumumkan jumlah korban meninggal akibat Virus Corona mencapai 3405 orang  dari total 41305 kasus. 

Di Korea Selatan, dilaporkan 8565 orang terinfeksi Virus Corona, dengan korban meninggal 91 orang. Di Spanyol, terdapat 18.077 kasus infeksi Virus Corona, 831 orang meninggal. 

Di Prancis, terdapat 10.955 kasus terinfeksi Virus Corona, 372 orang meninggal dunia. Di Jerman, menurut Institute Richard Koch terdapat 15.320 kasus yang terkonfirmasi, tetapi hanya terdapat 44 kematian total. 

Di Inggris, dilaporkan ada 3.269 kasus infeksi Virus Corona dengan 144 angka kematian. Di Australia, korban Virus Corona sudah mencapai 636 orang. Di Israel, pemerintah Israel telah mengkonfirmasi 433 kasus Virus Corona (COVID 19). Di Brazil, terdapat 621 kasus Virus Corona dengan 6 kasus kematian. 

Di Arab Saudi, Virus Corona telah menjangkiti 274 orang pasien Virus Corona dan sejauh itu belum  ada korban yang dilaporkan meninggal. Kerajaan Arab Saudi sudah mengambil langkah-langkah drastic dalam mencegah penyebaran Virus Corona (Covid -19) ini, diantaranya menghentikan sementara penerbangan internasional, menangguhkan sementara ibadah umrah, menutup masjid, sekolah, mall dan restoran. Pemerintah Saudi juga meminta masyarakat tidak lagi berangkat ke kantor, namun bekerja dari rumah. 

Di Bahrain, ada 1.300 kasus Virus Corona, dengan 1 orang berujung kematian. Di Bangladesh, jumlah kasus Virus Corona dilaporkan mencapai 14 orang. Di Filipina, tercatat kematian akibat Virus Corona 17 orang. Di Malaysia, ada 900 kasus Virus Corona yang terkontaminasi di wilayah Malaysia. 

Di Indonesia, berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan (Kemenkes), total kasus positif Virus Corona sudah mencapai 309 orang, 15 orang dinyatakan sembuh dan 25 orang meninggal dunia (19/3). Di Monaco, dilaporkan Pangeran Albert II positif terinfeksi Virus Corona. Di Singapore, terdapat 313 kasus Virus Corona dengan tingkat kematian nihil. 

Sedemikian dahsyat penyebaran Virus Corona yang mematikan tersebut, sampai tempat paling suci  Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, di Arab Saudi, sempat ditutup untuk dilakukan sterilisasi guna mencegah penularan Virus Corona tersebut, sepertinya “No Where To Run”. 

Mengutip Daily Star pada Kamis (19/3/2020), menurut seorang peneliti Marshall Burke : Virus memberikan kontribusi dan manfaat besar untuk kesejahteraan, semisal tindakan penguncian yang dilakukan oleh China, menghasilkan pemikiran yang luar biasa bagi dunia. Dampak yang ditingkatkan iti adalah peningkatan kualitas udara, yang bisa dilihat dari kota-kota seperti Shanghai dan Wuhan. 

Penulis kemudian mempertanyakan apakah nyawa bisa diselamatkan oleh kualitas udara yg meningkat ? jawabnya adalah, kualitas udara yg bersih dapat diselamatkan ribuan nyawa dari korban yang meninggal dari Virus Corona. ”Menerima kontribusi besar, menghirup kontribusi kotor terhadap kematian dini”, katanya. “Memang aneh, namun dampak nyawa yang terselamatkan lebih besar dari pada wabah dan kesulitan ekonomi”, tuturnya.  Sejauh ini terdapat lebih dari 200.000 jenis Virus di seluruh dunia. 

Salah satu virus penting yang menggerogoti daya tahan kita sebagai bangsa yang telah 75 tahun merdeka adalah virus miskin. Fakta masih terdapat  sekitar 27 juta rakyat miskin di negeri ini, di tengah puluhan bahkan ratusan pejabat yang melupakan keberadaan rakyat miskin tersebut. Segala jargon politik dan kampanye yang dikumandangkan kepada rakyat, terbukti hanya sekedar janji-janji bohong/palsu yang sulit untuk dimintai pertanggungjawaban. 

Sebagai contoh konkrit, sewaktu musim Pileg/Pilkada semua partai politik dan kader-kader parpol tersebut saling obral bagi-bagi kaos dengan merek partai politik dan foto-foto caleg, meskipun rakyat tidak butuh. Tapi pada saat sekarang ketika rakyat butuh 1 (satu) masker saja untuk mencegah penyebaran Virus Corona, ternyata tidak ada partai politik yang sanggup untuk memberikan. Rakyat hanya dibutuhkan hanya pada saat partai politik dan para caleg membutuhkan suara dukungan rakyat, setelah itu rakyat ibarat anak ayam yang kehilangan induk. 

Padahal, di tengah kondisi darurat virus corona, ketersediaan masker maupun hand sanitizer masih langka di pasaran. Banyak apotek-apotek sudah tidak menyediakan barang yang sekarang ini sangat diburu masyarakat tersebut. 

Jika pun tersedia, harga masker selangit. Biasanya, hanya dibanderol sekitar harga Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per kotak, sekarang para penjual menjualnya dengan harga ratusan ribu hingga jutaan per kotak. Hal itu membuat sebagian besar orang sulit mencari masker dengan harga normal dan enggan membeli masker karena mahal. 

Kesombongan dan keserakahan manusia sedang disapu oleh Virus Corona. Virus ini memurnikan semua dan membuat kita kembali ingat pada kematian. Mungkin bumi sedang memberi celah untuk kita menyisihkan waktu di rumah, kembali menelaah, tentang kita yang selama ini terlalu berlelah-lelah mengejar dunia, tanpa merasa salah. Sebenarnya begitu mudah alam membinasakan spesies manusia.  Kita terlahir dengan satu cara namun kematian menjemput dengan berbagai cara. 

Maka, mari jadikan wabah virus corona menjadi ujian kemanusiaan secara global. Menguji kesadaran dan solidaritas masyarakat global untuk bahu membahu menolong mereka yang sudah terinfeksi, dan memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Dan bukan saling mencurigai dan menolak dan seakan menjadi musuh yang harus dijauhi atau dimusnahkan. Wabah virus ini sangat mungkin menjadi media yang menyatukan perhatian dan sumber daya yang dimiliki oleh seluruh dunia untuk bahu membahu mengatasi wabah ini. Ada banyak kejadian bencana alam yang mampu menyatukan berbagai manusia dari berbagai belahan dunia. 

Bencana membawa "nikmat", kata orang. Yang penting masyarakat dengan pemerintah menjadi satu dan bertekad melawan virus corona, yang seakan-akan terjadi ketika perang dagang antara AS dan China sedang berkecamuk, dan juga ketegangan lain di berbagai belahan dunia dengan beragam soal dan permasalahan. Tetapi wabah virus corona memberikan pesan kepada seluruh bangsa di dunia ini, "ayo, mari kita hentikan dulu perang dagang, perang ekonomi dan perang lainnya, tetapi mari berperang melawan virus corona yang bisa merembes ke mana-mana kalau terus dibiarkan". 

Setiap orang harus mengubah mindsetnya tentang wabah virus corona ini. Setiap orang harus peduli atau care dan bukan rajin menyalahkan apalagi menertawakan mereka-mereka yang sedang terpapar oleh virus corona ini. Sebab, corona musuh bersama, maka hadapi bersama dan kalahkan bersama-sama. (Hartono Tanuwidjaja, SH. MSi MH, CBL)

Penulis adalah Advokat senior dan Pemerhati Sosial