Sabtu, 15 Agustus 2020 | 03:17:32 WIB

Himsataki Apresiasi Langkah Menaker Ida Pulangkan CPMI Yang Terdampak Covid-19

Sabtu, 18 April 2020 | 13:11 WIB
  • Menaker Ida Fauziah (kiri) bersama Dirut PT Sentosa Karya Aditama (PT SKA) Teguh Riyanto (kanan). (FOTO : NAKERONLINE/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua Umum (Ketum) Himpunan Pengusaha Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) Tegap Harjadmo dan Direktur Utama (Dirut) PT Sentosa Karya Aditama (PT SKA) Teguh Riyanto mengapresiasi langkah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah yang memulangkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke daerah CPMI masing-masing.

Menurut Teguh, dengan pemulangan itu maka CPMI bisa berkumpul dengan keluarganya hingga pemerintah membuka kembali penempatan PMI ke luar negeri setelah kondisinya sudah memungkinkan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah secara simbolis melepas kepulangan 101 CPMI yang gagal bekerja ke luar negeri menyusul adanya Pandemi Covid-19.

Pemulangan 101 CPMI dengan total 433 CPMI yang gagal berangkat tersebut, sebagai bentuk respon cepat/tindak lanjut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) atas permintaan CPMI melalui video agar segera dipulangkan ke kampung halaman. Pemulangan dilakukan Menaket di halaman Kantor PT SKA, Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

“Pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk melindungi seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan melakukan penghentian sementara penempatan PMI,” kata Menaker Ida Fauziyah saat melakukan Inspeksi
Mendadak (Sidak) di Perusahaan Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), PT SKA di kota Bekasi, Jabar, Jum’at (17/4/20).

Teguh juga menyampaikan terimakasih kepada Ketua Umum (Ketum) Himpunan Pengusaha Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) Tegap Harjadmo, yang telah menfasilitasi pemulangan CPMI itu dengan pemerintah.

"CPMI telah difasilitasi hingga pemulangannya gratis dan diberikan uang saku sebesar Rp 300 ribu per orang dan menggunakan bus ber AC dengan tempat duduk sesuai protokol jaga jarak. Sementara CPMI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dipulangkan menggunakan pesawat terbang. CPMI yang dipulangkan menggunakan bus carteran ke daerah tujuan Jawa Barat dan Lampung," ungkap Teguh

Ia berharap, setelah kondisi memungkinkan, Kemnaker membuka kembali penempatan PMI ke luar negeri. Dengan begitu CPMI yang telah memiliki visa kerja dan telah mengikuti Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) dapat diberangkatkan oleh P3MI ke negara penempatan.

Saat ini pun menurut Teguh, beberapa negara di Asia Pasifik siap menerima CPMI dengan mengikuti protokol WHO, yaitu dikarantina selama 14 hari begitu tiba di negara penempatan.

Ketum Himsataki Tegap Harjadmo, juga menyampaikan apresiasi pada Menaker yang begitu cepat menangani pemulangan CPMI yang terdampak Covid-19, termasuk pembiayaannya. Himsataki sendiri menfasilitasi P3MI dengan pemerintah agar ada solusi terbaik bagi CPMI dan P3MI.

Tegap juga berharap, pemerintah segera membuka kembali penempatan ke luar negeri begitu kondisi di dalam dan di negara penempatan telah bebas dari virus Corona.


Himsataki Usulkan Program Perlindungan Tambahan CPMI

Dengan kasus wabah virus yang berdampak pada CPMI dan P3MI kata Tegap, Himsataki mengusulkan program perlindungan tambahan bagi CPMI, berupa skema asuransi untuk melengkapi Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia yang saat ini tidak mengcover risiko akibat terjadinya bencana nasional saat ini.

"Saat ini kebijakan perlindungan PMI ditetapkan melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 tahun 2017 tentang Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, namun kami merasa belum optimal dalam program perlindungan PMI dibandingkan skema Asuransi Perlindungan TKI yang pernah dijalankan sebelum diberlakukannya Peraturan Menteri No 7 tahun 2017," terang Tegap.

Atas terjadinya bencana nasional saat ini tambahnya, sangat terasa dampaknya dan menjadi beban bagi CPMI/PMI maupun P3MI, karena beberapa risiko tidak di lindungi melalui Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia, diantaranya: Risiko Gagal Ditempatkan, Risiko Sakit bukan akibat kecelakaan kerja dan Risiko Pemulangan PMI Bermasalah.

Ketua Dewan Pembina Himsataki Hasan Bajamal menambahkan, pihaknya berupaya akan menfasilitasi P3MI lainnya yang memiliki CPMI yang akan dipulangkan kedaerahnya. “Semua ini demi perlindungan pada CPMI," tandas Hasan Bajamal. (ARMAN R)