Minggu, 05 Juli 2020 | 08:47:35 WIB

Usia Baby, Baqoel Sukses Sejahterakan UMKM

Selasa, 28 April 2020 | 04:49 WIB
  • Dhian Arinofa, Founder & CEO Baqoel. (FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Saat banyak perusahaan mati suri akibat dampak Pandemi virus Corona (Covid-19), justru diusianya yang masih Baby, yaitu baru setahun, Baqoel sebagai Perusahaan jasa Supplier kebutuhan bahan pokok Hotel, Cafe, Kuliner dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) dibawah naungan PT Arinofa Visi Karya Indonesia, sukses memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat, bahkan memberikan kesejahteraan bagi mitra Baqoel itu sendiri.

"Selama Pandemi Covid-19 ini, penjualan kebutuhan bahan Pokok oleh Baqoel, nyaris naik 10 kali lipat dari biasanya, karena faktor subsidi harga yang kita berikan, dengan kualitas yang baik, dan harga yang murah. Kita (Baqoel) juga berikan subsidi Ongkos Kirim (Ongkir) kita buat para mitra," kata Dhian Arinofa selaku Founder & CEO Baqoel kepada Lindo, Senin (27/4/20).

Selama ini lanjut Dhian, Baqoel  melakukan pendampingan Usaha Mikro, Kecil Menengah UMKM, tidak dari sisi online tapi offline, yaitu dengan sarana bazar yang lengkap, punya tenda, kursi, "Bahkan untuk papan daftar harga kita siapkan, sampai ke seragam UMKM, semua kita siapkan,  dan itu tidak ada biayanya," ungkap Dhian.

Karena, ia ingin UMKM tidak berjualan secara konvensional, maka Baqoel punya sistem yang diterapkan kepada mitra UMKM, dengan teknikal meeting, seragam Baqoel semua, makan customer nyaman untuk belanja ke setiap bazar UMKM sewaktu kondisi normal atau belum masuk Pandemi Covid-19.

"Kita sering melakukan pelatihan, dan gathering kepada UMKM mitra Baqoel, seperti antara lain pelatihan Cooking Demo. Ada tiga kelas dalam UMKM, pertama, ada UMKM yang baru Runing, Kedua, UMKM yang baru berjalan (baru mulai), dan Ketiga, UMKM yang naik kelas. Pelatihan juga diberikan, mulai dari etos kewirausahaan, sampai bagaimana menjadi UMKM yang tangguh," terang Dhian.

Ia menambahkan, Baqoel melakukan hal yang berbeda selama wabah Covid-19 ini, biasanya Baqoel mensupport UMKM, dengan mengadakan banyak bazar, bisa 4-8 kali dalam sebulan, sekarang UMKM benar - benar vakum.  

"Padahal UMKM sangat mengandalkan kebutuhan hariannya, akhirnya kita siapkan beberapa macam paket sembako, itu solusi utama yang dibutuhkan semua rumah, dimana anjuran pemerintah, harus Stay At Home atau tinggal di rumah, sementara kebutuhan dapur harus tetap terisi. Kita siapkan berbagai macam paket dari nilai Rp 30 ribu sampai Rp 500 ribu, mereka bisa order di Baqoel. Paket sembako terdiri dari minyak, beras, Gula, garam, dan mie instan, sesuai budget mereka semua," paparnya.  

Untuk semua mitra yang tergabung dalam Baqoel Trainer tambah Dhian, Baqoel berikan insentif khusus, setiap perbelanjaan customer yang mereka anjurkan untuk belanja di Baqoel,  mereka mendapat insentif Ongkir yang besarnya variatif Rp 5 ribu per paket sembako. 

Ia menjelaskan, kebutuhan sembako adalah kebutuhan pokok yang semua orang pasti butuhkan. Baqoel melakukan program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat,  khususnya UMKM, di mana sudah 60 juta UMKM  yang bergerak, tapi yang melek teknologi sebanyak 3,7 persen.

Untuk itu kata Dhian, pihaknya memfasilitasi Baqoel melalui Aplikasi bernama Baqoel, sehingga mereka bisa memperoleh barang dagangan mereka secara online, tentunya memperoleh bahan baku dari Baqoel juga.  

"Ada ribuan UMKM yang menjadi binaan Baqoel, ada yang aktif dan ada yang pasif. UMKM aktif sudah tergabung di Baqoel Trainer, sekaligus aktif sebagai mitra kita, untuk menjadi Reseller bagi produk - produk yang dijual Baqoel kepada masyarakat luas. Yang punya aplikasi Baqoel silahkan download bisa order any time, Customer bisa request sesuai budget," ungkapnya. 

Yang tak kalah pentingnya tambah Dhian, Baqoel memasuki usianya yang pertama, tepat pada 1 April lalu ini. "Jadi banyak paket-paket sembako dalam memperingati 1 Tahun Baqoel.  Baqoel dalam bahasa Jawa adalah tempat atau wadah, lebih mendekati ke wadah makanan, Baqoel yang kita harapkan satu wadah yang bisa memenuhi kebutuhan pokok sembako semua masyarakat, khususnya pelaku kuliner," jelasnya. (ARMAN R)