Minggu, 05 Juli 2020 | 08:06:20 WIB

Pandemi Covid-19, Tahta Coffee Fokus Penjualan Online Dan Gunakan Botol Kaca Untuk Minuman

Rabu, 29 April 2020 | 20:49 WIB
  • CEO Tahta Coffe, Andreas Chang. (FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ditengah Pandemi Wabah Virus Corona (Covid-19), ditambah dengan aturan pemerintah mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) banyak tempat usaha kuliner yang mati suri.

Bagi Tahta Coffe sebagai tempat usaha  Coffe Shop yang berada di Bilangan Jalan Sudirman, Jakarta ini, Dampak Pandemi Covid memberikan dampak yang signifikan, yaitu merosot jumlah omzet penjualan dan sebagian besar karyawan yang dirumahkan oleh Tahta Coffe.

"Namun demikian, Tahta Coffe memperhatikan nasib karyawan yang dirumahkan, dengan antara lain memberikan sembako setiap bulannya kepada karyawannya dan memberdayakan Barista Tahta Coffe (TC) yang dirumahkan untuk menjadi kurir jika TC mendapat banyak order online dari Customer," kata CEO Tahta Coffe Andreas Chang kepada Lindo, Selasa (28/4/20).

Saat mulai Pandemi Covid-19 pada Maret 2020 lanjutnya, TC yang memiliki 4 cabang Coffee Shop dari setahun yang lalu, antara lain Coffe Shop di Rumah Sakit (RS) Mayapada Tangerang dan di RS Mayapada Lebak Bulus, dan menyediakan Hand Sanitizer (HS) dan masker, disinfektan dan lainnya di cabang TC.

Namun karena RS merupakan zona merah Pandemi Covid-19, dan orang pada takut ke RS serta ditambah aturan PSBB oleh pemerintah, maka pihaknya mengambil langkah aman, dengan menutup cabang TC dan hanya buka TC di satu tempat, yaitu di Mayapada, Jalan Sudirman, Jakarta.

"Kami akhirnya merubah strategi pemasaran dengan penjualan secara online, karena saat Pandemi ini, orang akan terbiasa untuk belanja makanan atau minuman secara online. Untuk itu, kita fokus bagaimana penjualan kita bisa bagus dengan online, kita bisa berikan servis yang baik kepada customer lewat online," terang Andreas.

TC tambah Andreas, dalam penjualan online banyak main di Instagram, "Kita sediakan operator, menerima order bisa dari satu nomor yang kita sediakan, karena hampir semua customer memilih untuk belanja online," ujarnya.

Andreas menjelaskan, untuk pengantaran orderan minuman ke tempat customer, TC menggunakan jasa Ojek Online (Ojol). Namun jika pemasanan dalam jumlah banyak, pihaknya menggunakan kurir pribadi yaitu karyawan TC yang dirumahkan, untuk mengantar orderan minuman tersebut.

Menurut Andreas, yang tak kalah pentingnya yang dilakukan TC dalam membantu pemerintah meminimalisir jumlah sampah, TC mulai awal April ini telah mengganti tempat minum dari Cup plastik menjadi botol kaca ukuran 650 ml .

"Guna mengantisipasi sampah dari produk Tahta Coffee (TC), dulu pakai Cup plastik sekarang pakai botol kaca, agar bisa direuse (digunakan kembali), kita buat kontribusi seminimal mungkin jangan sampai ada sampah plastik. mayoritas minuman menggunakan botol kaca, dan ternyata konsumen lebih suka kemasan yang botol kaca. Jika konsumen yang menggunakan botol dan mengembalikan botol saat konsumen memesan minuman lagi ke TC, maka kami kasih cash back dengan memberikan diskon harga. Sebagai ekstra service, customer pembelanjaan online Rp 150 ribu, maka customer dikenakan bebas Ongkos Kirim (Ongkir)," papar Andreas.

Hal yang menarik dari TC tambahnya, adalah TC telah mengeluarkan minuman Wedang Jahe dengan harga Rp 22 ribu per botolnya dan Susu Jahe Rp 28 ribu, guna sebagai minuman untuk imun atau ketahanan tubuh di masa Pandemi ini.

"Kami juga meluncurkan Alpukat Jasmine, yaitu Alpukat dengan teh rasa Jasmine. selain itu juga tersedia minuman Es Kopi Tahta, Es Kopi Durian, Chocolate Tahta dan berbagai minuman lainnya," ujarnya. (ARMAN R)