Jumat, 17 Juli 2020 | 00:52:24 WIB

10 ABK Asal Ternate Ingin Pulang dan Minta Perhatian Pemerintah

Senin, 18 Mei 2020 | 14:52 WIB
  • Beberapa orang tua saat menunjukan foto anaknya yang berlayar di luar negeri. (FOTO: MALUTPOST/LINDO)

TERNATE, LINDO - Sebanyak 10 orang Anak Buah Kapal (ABK) asal Ternate yang saat ini berada di luar negeri meminta agar mereka bisa pulang ke tanah air untuk melihat keluarganya.

Hal ini disampaikan sejumlah orang tua ABK asal Rua, Kecamatan Ternate Pulau, Provinsi Maluku Utara (Malut) saat ditemui media ini di kediaman mereka, di Kota Ternate, Malut, Senin (18/5/2020).

Abdurrahim Rajak salah satu perwakilan keluarga meminta kepada pemerintah baik Kota Ternate, Provinsi dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar bisa memulangkan anak-anak mereka.

“Saya mewakili keluarga menyampaikan kepada pemerintah daerah dan pusat saudara kami yang sementara berlayar diluar negeri untuk bisa dipulangkan ke daerah kami,” ungkapnya.

Menurutnya, 10 ABK asal Rua Ternate yang berada di kapal tangkal ikan China tersebut berada di beberapa negara baik Afrika, Spanyol, Korea, Rusia dan beberapa negara lain.

“Mereka dibagi di beberapa negara dan itu tergantung dari kapal yang meraka naik,” akunya.

Ia mengaku, sejumlah ABK yang berkeinginan untuk pulang ke tanah air tersebut memang ada yang bisa melakukan komunikasi dengan keluarga dan ada yang belum berkomunikasi dengan keluarga.

“Ada yang belum komunikasi selama kurang lebih 2 tahun, 6 bulan dan 7 bulan, makanya tidak banyak harapan kami selain meminta pemerintah untuk memulangkan mereka,” jelasanya.

Sementara itu ibu kandung dari Rusmin Airin dan Ridwan Airin mengaku sempat berkomunikasi dengan salah satu anaknya yang berada di Korea.

“Sempat telepon dan dia bilang mau pulang,” katanya dengan nada sedih.

Ia juga mengaku, selama bekerja diluar negeri, kedua anaknya ini mengikuti kapal yang berbeda baik kapal yang melakukan aktivitas di Korea maupun Afrika.

“Saat telepon dia (kakak) sempat mengaku kalau awal naik sempat dapat pelayanan baik tapi lama-kelamaan pelayanan yang baik sudah mulai berubah,” jelasnya.

Lurah Rua, Ma’aruf M. Saleh saat dikonfirmasi terkait dengan 10 warga Rua yang berada di luar negeri mengaku akan menyampaikan keluhan tersebut ke pemerintah kota.

“Kalau memang itu sudah jadi harapan orang tua, maka saya selaku perwakilan pemerintah ditingkat Kelurahan yang didampingi Babinsa Kopral Satu Amang Hadin akan berupaya bertemu dengan pak wali supaya kami sampaikan masalah ini,” katanya.

Secara terpisah Rido Fachry Penasehat Hukum 3 korban sebelumnya mengatakan, dari data yang berhasil diterima, ada kurang lebih 31 orang warga masyarakat Maluku Utara (Malut) yang saat ini menjadi ABK di kapal ikan berbeda di China.

Ia menjelaskan, 31 orang warga Malut tersebut direkrut 3 perusahan baik PT. Delta Samudra Berjaya dan PT. Lakemba dan PT. Delta Samudra Berjaya serta PT. Mandiri Tunggal Bahari.

“Kalau data yang saya dapat itu 24 orang direkrut PT. Delta Samudra Berjaya dan PT. Lakemba dan PT. Delta Samudra Berjaya sementara 7 lainnya direktur PT. Mandiri Tunggal Bahari,” pungkasnya.

KBRN/RRI/RED