Jumat, 25 September 2020 | 04:48:16 WIB

4 Orang Tewas Akibat Pembunuhan Berlatar Cemburu

Selasa, 9 Juni 2020 | 22:25 WIB
  • Polisi sedang melakukan olah TKP di ditempat kejadian di Halsel, Selasa (09/06/2020). (Foto: KB/Lindo)

LABUHA, LINDO – Pembunuhan sadis yang menewaskan 4 orang sekaligus pelaku, terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan tepatnya di Desa Babuballah, Kecamatan Barat Utara. Seorang pria berusia 43 tahun yang diketahui bernama Darso Pandu nekat mengakhiri hidup Istrinya serta 2 orang lainnya di tempat berbeda, sekitar pukul 05:30 Wit pada Selasa 09 Juni 2020. Insiden berdarah itu diduga dilatarbelakangi ada orang ketiga.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan Iptu Dwi Gastimur melalui laporan Kepolisian yang dikirim langsung ke wartawan media ini.

Menurut informasi yang di himpun media ini melalui laporan Kepolisian tersebut menyebutkan bahwa Darso Pandu (pelaku) membunuh istrinya sendiri di kamar dengan cara menggorok bagian leher menggunakan sebilah parang lantaran menaruh curiga istrinya berselingkuh dengan salah seorang pria sekampung.

Setelah itu pelaku langsung mendatangi rumah Muhammad Bakar, pria yang dicurigai pelaku memiliki hubungan asmara dengan istrinya. Pelaku kemudian melancarkan aksinya lagi untuk melakukan pembunuhan terhadap selingkuhan istrinya yang di ketahui bernama Muhamad Bakar.

Mirisnya sebelum Muhammad Bakar tewas di tangan pelaku, malah ayah Muhammad Bakar duluan tewas lantaran sebilah parang yang dilayangkan pelaku kepada Muhammad Bakar melayang dulu ke kepala Ayah Muhammad Bakar. Setelah Ayah Muhammad Bakar tersungkur ke lantai depan pintu, pelaku kemudian masuk ke dalam rumah lalu membunuh Muhammad Bakar.

Kedua korban anak dan ayah itu mengalami luka gorokan di leher dan bagian kepala. Menurut keterangan polisi, kronologis kejadian yang diceritakan Ariyanto Muhamad yang merupakan anak korban Bakar Umar yang berusia 17 tahun mengungkapkan bahwa insiden yang menewaskan kakek dan ayahnya itu terjadi pada pukul 05.30 Wit.

"Pada saat itu sekitar pukul 05.30 Wit, ketika saya sedang tidur di kamar bersama kakak-kakak saya, yaitu Umar dan Akbar, di kamar depan, tiba-tiba saya mendengar suara teriakan sakit bapak saya, setelah itu saya, dan kedua kakak saya serta kerabat saya Rasti mendatangi Ahmad, saya melihat bapak saya sudah dalam keadaan luka bacok di bagian kening, dada, tangan, bahu, kemudian tangan,” cerita Arianto anak korban dalam laporan Kepolisian.

Arianto yang melihat Ayahnya yang terbaring dengan luka di sekujur tubuh itu langsung histeris, kemudian sang Kakak langsung membawa sang Ayah ke dalam rumah.

"Dan saya juga melihat kakek bakar sudah tergeletak di depan pintu dengan kondisi berdarah. Kemudian Kak Umar menarik bapak saya ke dalam dan saya bersama Akbar sembari menutup pintu. Setelah itu Kakak Umar menidurkan bapak saya di ruang tengah, kemudian saya melihat pelaku duduk di teras rumah depan sambil memegang parang,” ujar Arianto.

Setelah beberapa lama kemudian pelaku berjalan menjauhi rumah. Seketika itu Arianto keluar rumah melalui pintu belakang untuk meminta pertolongan terhadap kerabatnya. Setelah meminta pertolongan dan kembali ke rumah, Arianto melihat bapaknya yang luka parah sudah berpindah tempat dan tergeletak didekat sumur.

"Ketika saya kembali kerumah, saya sudah melihat bapak saya sudah duduk di belakang rumah di dekat air, kemudian Ayu dan Kangen membawa bapak saya ke pantai dan dinaikan speed boad. Setelah itu saya kembali masuk ke rumah kembali dan melihat pelaku memecahkan kaca rumah menggunakan parang. Kemudian Saya, Umar, Akbar, Rasti dan Narti lari keluar melalui pintu belakang. Setelah itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi,” cerita Arianto seperti yang di kutip di laporan Kepolisian.

Sementara itu, pelaku Darco Pandu kemudian kembali ke rumahnya untuk mengakhiri hidupnya dengan cara menggorok lehernya sendiri.

KD/Aldy