Selasa, 22 September 2020 | 21:19:25 WIB

Korupsi Dana Desa, Warga Lata-lata Janji Penjarakan Kades Malik Gama

Sabtu, 27 Juni 2020 | 19:48 WIB
  • Inilah kondisi desa Lata-lata, sejumlah jalan dan jembatan, termasuk tiang lampu penerangan dari hasil kerja Abdul Malik Gama yang terletak di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan. (FOTO: IST/LINDO)

HALSEL, LINDO – Anggaran dana desa (DD) maupun anggaran alokasi dana desa (ADD) yang dikucurkan pada tahun 2019 dan tahun 2020 untuk pembangunan disetiap desa tentu sangat menajubkan dan membanggakan bagi desa itu sendiri.

Namun hal itu, berbeda jauh dengan yang terjadi di Desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara.

Bagaimana tidak, lihat saja pembangunan yang ada di desa tersebut. Banyak program dan perencanaan di desa itu terabaikan, karena ulah sang kadesnya.

Sejumlah pembangunan di desa itu seperti jalan setapak, jalan umum, drainase, talut, air bersih, lampu jalan, dan dermaga pelabuhan kapal yang dibangun sejak tahun 2016, tahun 2017, dan tahun 2018, sangat terbengkalai alias rusak berat.

Memasuki tahun anggaran 2019 dan tahun 2020 sejumlah anggaran yang bersumber dari dana desa dan alokasi dana desa yang nilainya mencapai miliyaran rupiah juga tidak dialokasikan untuk perawatan sejumlah pembangunan desa yang sudah rusak itu.

Salah satu tokoh masyarakat Noku Faici kepada media ini menuturkan bahwa Kades Lata-lata Abdul Malik Gama lebih memilih memperkaya diri sendiri ketimbang mengurusi desanya. Ia menggambarkan desanya saat ini sudah sangat komplikasi dan sudah kronis dalam hal pembangunan.

Semua perencanaan yang diusulkan melalui rencana kerja pemerintah desa (RKPDesa) pada tahun anggaran 2019 dan tahun anggaran 2020 tidak dilaksanakan oleh Kades Malik Gama.

“Entah kenapa Malik tidak mau membangun desa kami, yang jelas anggaran tahun lalu dan tahun ini sudah kami sepakat untuk pembangunan desa. Termasuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang sudah rusak parah. Setiap anggaran cair dari dana desa, Malik selalu menghilang dari desa Lata-lata,” kata Noku.

Dia mengungkapkan bahwa pada rapat penyusunan program desa, Kades Malik selalu melaporkan kegiatan pada tahun sebelumnya yaitu, program pembangunan dalam desa termasuk melaporkan anggaran yang ia belanjakan, baik itu ditahun 2016, tahun 2017, dan tahun 2018.

“Sejumlah anggaran yang dilaporkan sang Kades pada setiap rapat hanyalah empat aitem saja. Empat aitem yang dimaksud itu ialah, penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Dan faktanya dilapangan semua itu hanyalah fiktif belaka,” ungkap dia lagi.

Dalam kesempatan itu, Noku Faici berjanji akan membawa kasus ini ke ranah hukum guna memproses perbuatan sang kadesnya yang telah memperkaya diri sendiri, baik itu dana desa, alokasi dana desa dan bantuan lainnya yang dialokasikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Kalau sudah berani berbuat berarti sudah siap bertangungjawab.  Kali ini kami tidak mundur, tetap maju dan akan mempenjarakan saudara Malik dan kroninya, karena dia dan seluruh perangkatnya itu telah melakukan korupsi dana desa dan korupsi alokasi dana desa. Lihat saja waktnya nanti,” tandasnya.

ALDY M