Jumat, 04 Desember 2020 | 21:13:18 WIB

BLT Disorot, Korupsi Dilaporkan, Kades Malik Gama Langsung Kumpul Warga

Minggu, 5 Juli 2020 | 15:01 WIB
  • Kades Malik Gama sedang pimpin rapat bersama warga usai kasusnya dilaporkan ke Kejati Malut, Jumat (3/7/2020). (Foto: Ist/Lindo)

HALSEL, LINDO - Pemerintah desa Lata-lata dibawah pimpinan Abdul Malik Gama pada Sabtu (04/07/2020) pagi telah membagikan bantuan langsung tunai (BLT) pada sebagian warga desa Lata-lata. Pembagian itu dipimpina langsung oleh kepala desa Lata-lata dan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Adenan Gama di balai desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara.

Dalam pembagian itu, Malik Gamalah yang memimpin dan ikut terlibat menyalurkan bantuan itu ke tangan warga sebesar Rp600ribu rupiah.

Dalam keterangannya, kades Malik Gama membantah seluruh tuduhan 3 orang warganya yang telah melaporkan dirinya di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati Malut) di Ternate, Malut, Jumat (03/07/2020) kemarin.

"Masa saya dituduh makan uang korupsi tiga miliar sampai sebesar itu. Kalau uang sebanyak itu berarti sudah bisa bangun desa dong," kata Malik dalam sebuah wawancara di Labuha Bacan, Halsel, kemarin.

Dalam sanggahan itu, Malik mengaku sudah menemui kepolisian setempat dan inspektorat Halsel untuk menjalaskan tuduhan warga soal korupsi dana desa senilai miliaran rupiah.

"Saya sudah menghadap kapolres dan menjelaskan tuduhan itu, dan kapolres sudah memerintahkan agar tiga orang warga yang melaporkan itu segera ditangkap. Sedangkan dari inspektorat sudah selesai memeriksa saya, dan tidak terbukti," tegas Malik.

Kecaman yang sama juga disampaikan Ketua BPD Adenan Gama bersama anggota lainnya. Mereka mengecam dan tidak terima tuduhan pemotongan BLT sebesar 200 ribu.

Sepengetahuan mereka, pembagian BLT tahap 1 dan 2 berjalan baik, lancar tanpa ada masalah apapun. Selain itu, BPD selalu ikut meninjau dan mendampingi pembagian bantuan yang dilakukan di kecamatan melalui kerja sama dengan Kantor Pos dan Dinas Sosial.

“BPD selalu mengawasi setiap pekerjaan di desa, mulai dari pembangunan jalan, drainase hingga penerangan. Semuanya diawasi dan siap dipertanggungjawabkan. Jadi tuduhan korupsi itu sangat tidak masuk akal,” papar Adenan.

ALDY M