Sabtu, 31 Oktober 2020 | 20:24:27 WIB

Ratusan Massa dari Desa Lata-Lata Datangi Pemda Halsel Minta Bupati Pecat Kades Malik

Selasa, 11 Agustus 2020 | 10:26 WIB
  • Peserta aksi massa dari desa Lata-lata melakukan long mars menuju kantor bupati Halsel, Senin (10/08/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Ratusan massa dari desa Lata-lata mendatangi kantor pemerintah kabupaten Halmahera Selatan untuk menemui bupati Halsel Bahrain Kasuba dalam rangka mempertanyakan kepedulian bupati soal nasib desanya yang selama ini diabaikan oleh kadesnya Abdul Malik Gama.

Dalam aksinya massa meminta agar bupati Halsel segera memecat jabatan kepala desa Abdul Malik Gama, karena yang bersangkutan telah melakukan korupsi anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) dari tahun 2016 hingga tahun 2019 di desa Lata-lata.

Koordinator Aksi Arnol Faici dalam keterangannya ia mengatakan bahwa aksi yang keduanya ini untuk meminta pemerintah kabupaten Halsel, melalui bupati Bahrain Kasubah agar segera memecat sudara Abdul Malik Gama dari jabatan kepala desa Lata-lata. Karena yang bersangkutan telah korupsi anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) senilai Rp.1,6 Miliyar.

"Kehadiran kami hari ini di kantor pemda Halsel untuk meminta kades Halsel segera dipecat oleh bupati Halsel Bahrain Kasuba. Dia sudah meresahkan kami di desa Lata-lata, sehingga kami minta bupati harus ambil langka tegas soal korupsi ADD/DD senilai Rp.1,6 Miliyar di desa kami," kata Arnol.

Dalam kesempatan itu, Arnol menegaskan bahwa pihaknya tetap kawal kasus korupsi DD/ADD hingga tuntas. Bila perlu kata Arnol, dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah serentak di Halsel nanti desa Lata-lata akan golput alias tidak ikut dalam pemelihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 nanti.

"Kalau pemerintah dan aparat tidak urus persoalan yang ada di desa kami, maka dalam pernyataan kami sudah disepakati akan golput pada pilkada nanti," tegas Arnol.

Arnol juga menegaskan bahwa kasus korupsi ADD/DD senilai 1,6 Miliyar itu adalah bukan asal tuduhan saja melainkan bahwa kasus itu sudah menjadi perhatian publik dan saat ini kasus tersebut sudah ada ditangan penyidik kejaksaan negeri Labuha, Halsel. Jadi kata dia, pemda Halsel jangan bersandiwara dalam kasus ini, sebaik bupati atas nama kepala daerah harus sikapi persoalan ini dengan serius.

"Jangan dianggap enteng persoalan ini pak bupati. Kami datang hari ini bukan dalam aksi main-main, kami sangat serius persoalan ini. Kalau sampai dianggap enteng persoalan ini maka kami siap mengarahkan kekuatan yang lebih banyak lagi untuk menduduki kantor ini," ujar Arnol.

Sementara itu, aksi demo yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wit itu, dimulai dari kantor pemda Halsel, kantor Kejari Halsel, kantor DPMD Halsel, dan kantor Inspektorat Halsel. Selain menutut pemecatan kadesnya, massa aksi juga meminta Kejaksaan Negeri Halsel agar segera menangkap dan memenjarakan kades Lata-lata Abdul Malik Gama beserta kroni-kroninya.

Massa aksi kurang lebih 100 orang itu, tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata, dan Himpunan Pelajar Pemuda Mahasiswa Desa Lata-lata. Mereka datang menggunakan mobil truk dan mobil sound sistem, termasuk membawa dua buah spanduk berukuran 1X5 meter, poster sebanyak 20 lembar, alat peraga jenis topeng yang bergambar wajah kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama. Sedangkan isi dalam spanduk bertulisan " Abdul Malik Gama Korupsi Dana Desa Senilai 1,6 Miliayar, Kami Minta Bupati Bahrain Kasuba Pecat Jabatan Kades Lata-lata".

Aksi demo berakhir di kantor Inspektorat Halsel dengan agenda hearing dengan pejabat Inspektorat selama 1 jam lebih, dan hasilnya pihak inspektorat meminta peserta aksi demo agar membuat pelaporan mereka yang disertakan dengan surat resmi.

Peserta aksi yang dikawal oleh sejumlah persenil kepolisian resort Halsel itu membubarkan diri dari kantor Inspektorat Halsel dan kembali ke markas mereka sekitar pukul 16.30 Wit.

ALDY M