Selasa, 24 November 2020 | 16:44:33 WIB

221 Warga Minta Kades Lata-lata Segera Mundur, Bupati Bahrain Masih Lindungi

Minggu, 13 September 2020 | 18:38 WIB
  • Warga sedang rapat menentukan sikap mereka soal kades Malik Gama di pasar Lata-lata, pada Minggu (13/09/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Perwakilan warga Lata-lata dan Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata akan menemui Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba untuk menyerahkan 221 pernyataan warga soal   ketidakpercayaan warga terhadap kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama saat memimpin desa tersebut.

"Kami besok akan menyerahkan pernyataan sikap resmi ratusan warga soal nasib kepala desa  yang tidak mau mundur dari jabatannya. Kami ingin tahu reaksi bupati Bahrain apakah dia bisa menonaktifkan saudara Malik Gama dari jabatannya atau tidak," kata Hasan Maici dalam pesan singkatnya yang diterima di Labuha, Halsel, Minggu (13/09/2020).

Lebih lanjut, Hasan menerankan, bahwa pada tanggal 23 Agustus 2020, pihaknya sudah membuat pernyataan bersama-sama dengan warga mendesak agar Bupati Bahrain segera menonaktifkan  jabatan kepala desa Lata-lata yang saat ini dijabat oleh Abdul Malik Gama. Namun pernyataan itu ditolak keras oleh Sekretaris Daerah Halsel dan Kadis DPMD Bustamin Soleman bahwa bupati Bahrain tidak akan bisa melakukan hal itu, karena langka itu akan terbenturan soal aturan dalam pemilukada tahun ini.

"Kami sudah menemui pak Sekda dan kadis DPMD untuk menyampaikan tuntutan warga soal penonaktifkan jabatan kades Lata-lata. Namun mereka menyatakan pada kami saat ini tidak bisa dilakukan karena ada aturan pilkada yang melarang bupati menonaktifkan pejabat atau setingkatnya. Untuk itu, kami dalam surat pernyataan yang kedua ini meminta dengan hormat agar Abdul Malik Gama segera mundur dari jabatannya," lanjut Hasan.

Ketidak harmonisan pemerintah desa dengan warga ini mulai mencuat sejak kasus korupsinya terbongkar ke publik pada Mei 2020. Warga menuduh kades dan perangkatnya itu, telah menyia-nyiakan aspirasi mereka soal pembangunan dalam desa. Belum juga soal penyalahgunaan anggaran desa yang selama ini ia kelola.

"Kami sudah tidak ingin lagi pemimpin seperti Malik Gama. Dia itu sudah banyak malakukan kesalahan dalam pembangunan desa kami, termasuk soal penyalahgunaan dana desa yang selama ini dia kelola," ujar Hasan.

Untuk itu, Hasan meminta pada Malik Gama segera mundur dari jabatan kepala desa, jika tidak, Hasan mengancam akan menurunkan Malik Gama secara paksa bersama-sama warga Lata-lata nanti. Lihat saja kalau dia bertahan sampai dua bulan depan, kami akan lakukan aksi besar-besaran untuk menurunkan jabatan itu dihadapan publik.

"Aksi kami nanti secara besar-besaran akan turunkan dia secara paksa dari jabatan kepala desa. Dan apa yang kami lakukan ini adalah keinginan warga yang sudah tidak lagi percaya dan sudah tidak lagi menginginkan sosok pemimpin seperti Malik Gama," tandas Hasan.

Dalam kesempatan itu, Hasan meminta pada bupati Bahrain Kasuba agar segera merespon tuntutan mereka, jika tidak, maka bupati dan kades Lata-lata lah yang harus bertanggung jawab jika terjadi masalah dikemudian hari.

"Kami sudah minta dengan cara baik-baik pada bupati Halsel, termasuk dengan meminta dengan hormat agar kades Malik Gama segera mundur dari jabatan dengan hormat. Semua yang kami lakukan sudah memenuhi mekanisme dan aturan yang berlaku. Sampai tuntutan kami secara resmi ini tidak ditanggapi alias tidak direspon maka kami pastikan bahwa mereka berdualah yang harus ikut bertangungjawab dikemudian hari," pintahnya.

ALDY M