Sabtu, 28 November 2020 | 08:52:11 WIB

Inspektorat Halsel Adakan Audit Dana Desa Lata-lata Selama Dua Hari

Senin, 5 Oktober 2020 | 14:50 WIB
  • Petugas auditor dari Inspektorat Halsel sedang memeriksa warga yang berkaitan dengan anggaran DD dan ADD tahun 2018 dan tahun 2019 di kantor balai desa Lata-lata, Minggu (04/10/2020). (Foto: Sudarmin/Lindo)

HALSEL, LINDO - Jajaran Inspektorat kabupaten Halmahera Selatan, pada Minggu (04/10/2020) sampai pada Senin (05/10/2020) pagi, melakukan audit penggunaan dana desa (DD) anggaran alokasi dana desa (ADD) milik desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), provinsi Maluku Utara.

Rombongan auditor dari jajaran Inspektorat Halsel yang dipimpin oleh Ismail dan Gajali yang mengaudit sejumlah laporan warga terkait dengan penggunaan anggaran DD dan ADD sejak tahun 2018 dan tahun 2019.

Saat tim inspektorat melakukan audit, tiba-tiba kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama melakukan protes pada beberapa orang warga yang turut serta dalam rombongan yang saat ini sudah tidak ber KTP di desa Lata-lata. Namun aksi protesan kades itu, dibantah keras oleh warga lain yang ikut dalam rombongan itu.

"Tidak usah permasalahkan soal warga kita yang lahir di desa ini. Soal bukan penduduk disini itu bukan persoalan, yang menjadi persoalan sekarang ini adalah tim inspektorat harus profesional mengaudit seluruh penggunaan anggaran DD dan ADD yang dikelola oleh kades Lata-lata Abdul Malik Gama selama ia menjabat. Pokoknya jangan alihkan perhatian dan jangan mempersoalkan soal identitas warga Lata-lata yang sudah berdomisili di desa lain, intinya itu bukan persoalan, yang menjadi persoalan adalah betul atau tidak kades Malik Gama salah gunakan dana itu," kata Demianus Garera dibalai desa Lata-lata, Minggu (04/10/2020) siang.

Selama investigasi dua hari berlangsung, tim auditor yang bertugas memeriksa penggunaan DD dan ADD di desa Lata-lata, banyak sekali keganjalan dan temuan yang tidak akurat dalam laporan pertanggung jawaban (LPJ) Abdul Malik Gama dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2019.

"Semua laporan kades Malik Gama dalam LPJnya tidak sesuai dengan realitanya dilapngan. Hampir 95 persen dokumen yang diklarifikasi ke warga penerima dalam kwitansi LPJ, banyak sekali yang bersangkutan membantah soal keuangan yang diterima oleh mereka. Pokoknya uang DD yang mengalir ke warga, hampir 95 persen fiktif dan itu sudah katagori temuan petugas," tandas Demianus.

Yang lebih parah lagi, kata Demianus, jalan setapak sepanjang 150 meter yang ada didalam desa, saat diukur dan dicocokan dalam LPJ kades Malik Gama, ditemukan petugas audit hanya panjangnya 45 meter dan anggaran yang diplot itu tidak sesuai dengan ukuran dilapangan.

"Yang petugas auditor temukan adalah jalan setapak sepanjang 150 meter di depan rumah sekdes. Mereka ukur dan tidak sesuai di LPJnya. Semua itu hanya rekayasa kades Malik Gama. Masa rekayasa sampai sebesar itu. Dan semua temuan itu telah dibuat catatan dan berita acaranya. Semoga tuduhan kami selama ini benar-benar ada buktinya," ujar Demianus.

Dia juga menegaskan hasil audit dari Inspektorat Halsel ini akan dikawal oleh warga Lata-lata hingga ke kantor Inspektorat Halsel di Labuha, dan hasilnya akan diserahkan pada Bupati Halsel Bahrain Kasuba.

"Hasil audit ini akan kami kawal sampai ke kantor Inspektorat Halsel, dan kami tidak main-main soal temuan ini. Kami berharap pada tim Inspektorat Halsel benar-benar profesional dalam menjalankan tugas dan kinerjanya selama berada di desa Lata-lata," harapnya.

Dalam keterangannya, Demianus berpesan pada tim auditor Halsel agar benar-benar menjalankan tugas dan kinerjanya. Karena menurut dia, harapan warga saat ini benar-benar ada di enam orang tim auditor yang selama dua hari berada di desa Lata-lata.

"Kalau tim audit benar-benar profesional dan tetap berpegang pada amanat warga maka saya yakin dan percaya bahwa tuduhan kami selama ini benar-benar ada buktinya, dan semua persoalan ini akan terungkap," tegasnya.

 

ALDY M