Sabtu, 28 November 2020 | 09:43:36 WIB

Aksi Penolakan Atas Di Sahkannya Undang-Undang Omnibuslaw Oleh DPR RI Dan Meminta Presiden Jokowi Turun Dari Jabatan Presiden RI

Kamis, 8 Oktober 2020 | 10:57 WIB
  • Foto Mahasiswa Dan Beberapa Lembaga Saat Melaksanakan Aksi Di Depan Kantor Walikota Ternate Pada Hari Kamis 8 Oktober 2020.

LINDO TERNATE - Ribuan mahasiswa dari beberapa universitas di maluku utara hari ini kamis 8 oktober menggelar aksi protes atas di sahkannya Undang-undang Omnibuslaw. 

Dari pantauan liputanindonesianews di lokasi aksi depan kantor wali kota ternate bahwa dari sekian banyak masa aksi di dominan oleh mahasiswi .

" Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang ternate. Kesatuan Aksi Mahasiswa islam indonesia (KAMMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Dengan Jumlah masa aksi kurang lebih 3000 masa yang pada siang ini menempati depan kantor walikota ternate.

Dalam aksi tersebut terdengar teriakan suara DPR Bodok serta yang sampaikan oleh  seorang orator yang menyampaikan dalam orasinya meminta agar Presiden Joko Widodo Harus turun dari jabatannya sebagai Presiden Repoblik Indonesia karena di nilai tidak mampu memperjuangkan nasib rakyat kecil.

Penyampaian agar presiden repoblik indonesia turun dari jabatannya dan di ikuti oleh seluruh masa aksi dengan teriakan Jokowi segera turun turun dan turun dari jabatan presiden RI.

Hal tersebut di konfirmasi ke salah satu masa aksi dari Gerakan Mahasiswa Muslim Indonesia dia mengatakan bahwa gerakan yang di laksanakan hari ini .8/10/2020. Adalah bentuk keprihatinan kami mahasiswa atas kebijakan yang di ambil  oleh DPR-MPR dalam pengesahan Undang-Undang Omnibuslaw.katanya

" Hari ini aksi kami adalah menolak pengesahan undang-undang Omnibuslaw dan meminta kepada Presiden RI,Agar segera terbitkan PERPU untuk membatalkan undang-indah tersebut sekaligus mendesak agar Presiden Jokowi turun Dari jabatannya ".