Rabu, 20 Januari 2021 | 19:50:17 WIB

Menaker Ida Ajak Muhammadiyah Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia 

Minggu, 18 Oktober 2020 | 08:39 WIB
  • (FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

  • (FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, mengajak Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk berkolaborasi meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. 

Menaker Ida mengatakan, setiap tahun terdapat sekitar 2 juta - 2,9 juta penduduk usia kerja baru yang masuk ke pasar kerja. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19, terdapat sekitar 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak pandemi Covid-19.

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan SDM saat ini cukup kompleks. Mulai dari angkatan kerja yang masih didominasi lulusan SMP ke bawah, tingkat produktivitas stagnan, dan tingkat daya saing yang perlu ditingkatkan.

"Dalam isu penguatan dan peningkatan SDM Indonesia ini kami harap menjadi concern bersama. Harus ada kerja sama dan kolaborasi. Kami ingin program dan kegiatan dari Kemnaker mendapat support dari Muhammadiyah," kata Menaker Ida Fauziyah, saat melakukan silaturahmi dengan PP Muhammadiyah, di Yogyakarta, Sabtu (17/10/20).

Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker),  Anwar Sanusi; Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Karo Humas) Kemnaker, Soes Hindharno, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesehatan, Agus Taufiqurrohman; Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto, Ketua MPKU Agus Samsuddin, Ketua MDMC Budi Setiawan dan Wakil MDMC Rahmawati Husein. 

Selain itu, dalam peningkatan SDM Indonesia, Kemnaker menargetkan membangun 2.113 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas hingga tahun 2020. "Pelatihan di BLK Komunitas ini disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat, alumni BLK Komunitas ini banyak yang sukses menjadi wirausaha dan masuk pasar kerja," ungkap Ida.

Dalam rangka melakukan langkah strategis penanganan Covid-19 lanjutnya, Kemnaker juga memberikan bantuan program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS). Di dalamnya terdiri dari program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk penciptaan wirausaha dan padat karya, 

"Situasi pandemi Covid-19 ini, kami menggerakkan program JPS guna mendukung produk-produk kreatif industri kecil yang pada akhirnya dapat membantu masyarakat bertahan di masa covid, bahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah," terang Ida. 

Pada kesempatan tersebut, Menaker Ida kembali menyampaikan, dalam proses penyusunan Rancangan Undang - Undang (RUU) Cipta Kerja, pihaknya melibatkan partisipasi publik, baik unsur pekerja/buruh, pengusaha, kementerian/lembaga, praktisi dan akademisi, dan lembaga lainnya seperti ILO. Proses diskusi sudah berjalan melalui LKS Tripartit Nasional.

Sedangkan, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan, Agus Taufiqurrohman mengatakan, Muhammadiyah siap untuk berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan SDM Indonesia.

"Saya menyambut baik hal ini. Muhammadiyah siap berkolaborasi dan mendukung berbagai program dan kebijakan Kemnaker. Semoga Mbak Menteri diberikan kekuatan dan kesehatan," ucap Agus. (ARMAN R)