Sabtu, 28 November 2020 | 08:41:59 WIB

Warga Kaget Ada Dana PNPM-MP Sebesar Rp390juta Tersendat Di UPK Jaltim

Selasa, 27 Oktober 2020 | 08:30 WIB
  • Rapat pembentukan pengurus UPK baru di desa Akelamokao, kecamatan Jailolo Timur, kabupaten Halbar. (Foto: Aldy/Lindo)

HALBAR, LINDO - Sebagian warga di enam desa di kecamatan Jailolo Timur, kabupaten Halmahera Barat, provinsi Maluku Utara, baru mengetahui bahwa dana program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MP) melalui simpan pinjam kelompok perempuan (SPKP) senilai Rp390juta masih ada dan saat ini masih getayangan di kecamatan Jailolo Timur.

"Torang baru tau kalo dana PNPM itu masih gentayangan di Jailolo Timur. Dana sebesar Rp390juta ini teruangkap saat torang rapat dibalai desa Akelamokao. Ternyata dorang pemerintah 6 desa deng pengurus UPK selama ini dong kase sambunyi tuh doi dari warga, kaco sekali dorang ini," kata Lasarus Tarate dengan nada dialeknya saat ditemui media ini di desa Akesahu, Minggu (25/10/2020).

Lala begitu ia disapa mengaku merasa heran kenapa dana sebesar itu tidak digulirkan pada warga tetapi dibagi-bagi ke orang-orang tertentu saja. Sebenarnya kata dia, kalau memang dana itu sifatnya bergulir kenapa harus didiamkan hingga berlarut-larut pada pengurus Unit Pelaksana Kegiatan (UPK).

"Kalau memang program ini ada dan hubungannya dengan pemberdayaan masyarakat untuk di enam desa, kenapa mereka harus tahan doi itu. Baru saya dengar doi itu yang pake 5 kepala desa, mantan kades, sekdes Dum-dum dan pengurus UPK, termasuk mantan camat bersama istrinya juga ikut pake doi itu," ujar Lala.

Sementara, warga lain yang ada didesa Akelamokao bernama Jalal Langgar merasa perihatin atas kejadian itu. Menurutnya dana PNPM-MP senilai Rp390juta itu jika dikelola dengan baik oleh UPK maka tidak akan bermasalah selama ini.

"Saya yakin jika pengurus PNPM-MP mampu memgelola dana itu dengan baik, dan disalurkan pada tepat sasaran maka program ini tidak akan diam ditempat, pasti jalan terus dan akan bergulir hingga ke seluruh warga yang ada di kecamatan Jailolo Timur," tandas Jalal.

Sedangkan Ona Gafotor, warga desa Tetewang mengaku bahwa ia merasa kaget bahwa dana sebesar itu masih ada di tangan pengelola UPK di 6 desa. Dia merasa heran kenapa dana itu tidak diberdayakan secara profesional kepada warga 6 desa, lalu kenapa harus dibagi-bagi kepada 5 kepala desa aktif, dan 1 mantan kepala desa dengan dalil bahwa uang itu dipinjam dulu.

"Kalau sampai dia bocor dan aparat penegak hukum tau masalah ini, ngoni-ngoni ini akan pekapala tambah pusing. Bikin barang satu kong tidak sesuai dengan program dana itu. Dong kira doi itu ibu Novi pe doi kopra kong dong pinjam deng kwitansi saja. Sabarang bahaya, dan jangan ator bagitu, capatlah kase pulang tuh doi, jangan sampe pengurus baru pusing kong ngon samua dapa loku nih," tegasnya.

Sememtara itu, mantan ketua UPK Novitje SB Tolo, dalam keterangannya mengaku bahwa ia saat ini sedang dalam tahap pengembalian dana tersebut dan saat ini sedang berjalan pengumpulan dana yang sudah digunakan.

"Maaf yah saat ini memang dalam tahap pengembalian doi itu. Apa ada yang bilang saya pake doi itu, kalau ada yang suka fitanah, dia bukan pejuang Jailolo Timur, tapi dia batu sandungan bagi Jailolo Timur. Kalau belum tau kebenarannya jangan so fitanah, jangan torang orang bodoh tambah dibodohi," kata Novitje melalui pesan grup Whatsapp.

Sedangkan kepala desa Dum-dum tidak mau berkomentar saat terjadi dialog di grup Whatsapp soal dana PNPM-MP senilai 390juta itu. Akun yang bernama LS hanya berkicau dengan ocehan "Tra bisa bacarita hal yg baik k..?ap kong Sadiki fitanah thu...sy tra perna kaluar dari grub..dan kemudian sy tidak hadir bukan tako....hari itu pa wan sandiri tau kalau saya ad bawa sy PE Tamang staf desa yg sakit jadi sy di Jailolo 2 hari," tuturnya.

Kepala desa Bobaneigo Abdulah Farah saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon selulernya terjawab operator seluler bahwa yang bersangkutan sedang berada diluar jangkauan jaringan.

Pesan singkat yang dikirm oleh media ini hingga berita ini dilansir belum juga dibalas.

ALDY M