Senin, 08 Maret 2021 | 23:35:47 WIB

Tokoh Masyarakat Dukung Pemecatan Malik Gama dan Proses Kasus Korupsi di Kejari Halsel

Rabu, 13 Januari 2021 | 16:22 WIB
  • Warga saat melakukan rapat dengan Bupati Halsel Bahrain Kasuba di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halsel, baru-baru ini. (Foto: Hasan/Lindo)

HALSEL, LINDO - Para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat yang berada di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mendukung penuh atas pemecatan saudara Abdul Malik Gama dari jabatan kepala desa Lata-lata pada bulan Desember tahun 2020 kemarin.

Demikian hal itu ditegaskan oleh salah satu tokoh adat desa Lata-lata Demianus Garera, pada media ini, via telepon di Halsel, Rabu (13/01/2021) siang.

Demianus mengatakan bahwa pihaknya telah lama berjuang untuk menurunkan Abdul Malik Gama dari jabatan kades Lata-lata. Semua itu, kata dia telah memenuhi aturan dan mekanisme yang ada. Baik itu aspirasi, maupun surat menyurat. Semua itu telah mereka lakukan  satu demi satu maupun tahap demi tahap. Tidak ada yang menyimpang, semua melalui prosedur dan aturan yang berlaku.

"Sebenarnya pemecatan Malik Gama dari jabatan kades itu berimbas dari kasus korupsi alokasi dana desa dan dana desa dari tahun 2017 sampai dari tahun 2020. Karena korupsi jadi terpaksa kami harus turunkan dia dari jabatan kades," tandasnya.

Lebih lanjut Demianus menegaskan bahwa Abdul Malik Gama selama menjadi pemerintah desa dia tidak pernah terbuka soal anggaran dana desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) disetiap kebijakannya.

"Dia kades tidak pernah transparan soal penggunaan ADD dan DD, sehingga masyarakat bertanya-tanya soal anggaran yang dia gunakan selama ini. Sejak tahun 2016 sampai dari tahun 2019, dana itu tidak ada perubahan di desa kami, semua itu Malik korupsi bersama kroninya," tegas Demianus.

Menurut dia, laporan pertanggungjawaban saja dibuat-buat. Ada yang dananya diselipkan ke orang lain, ada pula rekayasa yang ia lakukan untuk orang lain, padahal uangnya dia makan bersama istri pertama dan istri kedua. Parahnya lagi uang sebayak yang ia korupsi itu dijadikan untuk membangun rumah dan menghidupkan anak istrinya.

"Memang paling parah torang pe kades Lata-lata, dia berani korupsi melibatkan orang banyak. Dia juga mampu menghidupkan anak istrinya dari hasil korupsi itu. Dari mana ngana bisa kumpul harta sebanyak itu, kalau bukan dari hasil korupsi dana desa," jelas Demianus.

Dalam laporan ke Kejaksaan Negeri Halsel pada pertengahan tahun kemarin, Demianus menjelaskan bahwa seluruh dokumen baik itu rancana anggaran belanja (RAB) maupun laporan pertanggungjawab (LPJ) sudah diserahkan pada penyidik Kejaksaan Halsel. Semua terkait dengan penggunaan anggaran ADD dan DD dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 sudah ia serahkan pada penyidik, namun sejauh ini kasusnya masih dalam tahap penyilidikan kejaksaan.

"Kasus korupsinya sudah diserahkan pada penyidik Kejaksaan, dan yang paling penting adalah kasus ini cepat ditindaklanjuti supaya kasus ini bisa ada titik terang. Kasus ini Malik lah yang tidak bisa mempertanggungjawabkan sehingga masyarakat mampu mencium gelagat korupsi tersebut. Awalnya warga tidak bisa terdeteksi kasus itu, karena memang ditutupi sangat rapat," urainya.

 

Sementara itu kasus korupsi ADD dan DD senilai ratusan juta rupiah itu, saat ini masih dalam tahap penyelidikan Kejaksaan Negeri Halsel. Kata penyidik Kejari Halsel bahwa kasusnya sedang diselidiki oleh penyidik Kejari Halsel. Mereka masih menunggu hasil audit dari Inspektorat kabupaten Halsel.

"Jadi kalau sudah ada hasil dari Inspektorat maka yang bersangkutan akan ditahan dan akan ditindaklanjuti sampai ke meja hijau. Keinginan masyarakat khususnya di desa Lata-lata agar kasus ini segera diproses ke meja hijau agar yang bersangkutan bisa dipenjara sesuai perbuatan yang ia lakukan selama ini pada warganya," katanya.

Diakhir keterangannya Demianus mengingatkan pada seluruh komponen, baik itu warga desa Lata-lata maupun warga Halmahera Selatan khususnya, bahwa kasus korupsi yang melibatkan  pemerintah desa Lata-lata adalah sebuah korupsi yang selama ini tidak tersentuh aparat penegak hukum baik itu kepolisian ataupun kejaksaan.

"Kasus korupsi yang melibatkan kades Lata-lata jangan dianggap remeh. Kasus ini memang sengaja dimainkan oleh Malik Gama yang menyita waktu yang cukup lama. Kalau kami tidak melakukan class eksen dengan kasus ini ke aparat berwajib, maka akan menjadi buah simalakama. Saya hanya bisa bilang bahwa kasus ini tidak bisa diremehkan begitu saja, tapi harus ada perhatian serius dari aparat pegak hukum supaya ada efek jerah buat kades-kades yang lain," tuturnya.

ALDY M