Kamis, 24 Juni 2021 | 04:34:46 WIB

Hampir Semua Warga Lata-lata Tidak Akui Pemdes Abdul Malik Gama

Kamis, 14 Januari 2021 | 22:00 WIB
  • Sejunlah warga Lata-lata yang sedang berdialog soal kasus mantan Kades Abdul Malik Gama di Ternate, Malut. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Pemerintah desa Lata-lata di bawah pimpinan Abdul Malik Gama dan seluruh perangkatnya saat ini sudah tidak diakui lagi oleh seluruh warga setempat.

Demikian hal itu dijelaskan oleh beberapa warga Lata-lata saat ditemui media ini di desa Lata-lata pada media ini, Kamis (14/01/2021) siang.

Dalam pengakuan warga disana bahwa kehadiran  pemerintahan non job di bawah pimpinan Abdul Malik Gama di Labuha-Bacan, adalah inisiatif mereka sendiri bukan keinginan masyarakat desa Lata-lata. Mereka datang kesana dalam rangka mengklaim bahwa jabatan Kades saat ini masih melekat di Abdul Malik Gama.

"Yang jelas Bupati Bahrain Kasuba sudah mengeluarkan surat keputusan terkait pengangkatan pejabat desa Lata-lata. Saudara Etus Maici lah yang saat ini ditunjuk bupati Bahrain sebagai Pjs Kades Lata-lata. Jadi tidak usah lagi diributkan soal SK maupun jabatan itu. Sudah selesai semuanya," kata Noku Faici di kediamannya di desa Lata-lata.

Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya, Niko Gama dalam keterangannya menegaskan bahwa kades non job Abdul Malik Gama itu sangat haus dengn jabatannya, sehingga ia tidak mau mengihklaskan jabatannya diambil oleh orang lain. Seharusnya Malik tahu, kalau jabatannya sedang bermasalah dengan kasus korupsi yang dia alami saat ini.

"Sebenarnya, Malik tahu bahwa jabatan itu bermasalah dengan kasus korupsi yang dia lakukan selama ini. Memang dia itu serakah dan tidak mau ihklas dengan jabatan yang sudah diserahkan pada orang lain," kata Niko Gama yang juga kakek dari mantan kades itu.

Selain itu, Niko juga mengungkapkan bahwa cucunya itu saat ini alam sadarnya sudah tidak digunakan lagi sehingga jabatan yang sudah tidak melekat lagi juga dipersoalkan. Seharusnya dia tahu diri dan tidak usah diributkan lagi, lebih baik konsen masalahnya yaitu kasus korupsi di Kejaksaan Negeri Labuha, Halsel yang sudah dilaporkan oleh warga Lata-lata beberapa waktu lalu.

"Kalau saya usul Malik jangan lagi ributkan jabatan itu, apalagi dia juga mempersoalkan SK yang sudah ditanda tangani oleh bupati Halsel. Jangan cari masalah lagi, soalnya masalah yang satu juga belum selesai. Jadi tidak usah lagi memperkeruh masalah di atas masalah, nanti kamu sendirilah yang tambah repot lagi," tandasnya.

Sedangkan tokoh pemuda Lata-lata Anis Kasubae dalam penegasannya tidak mau ambil pusing soal jabatan yang sudah selesai di nonjobkan oleh bupati Halsel Bahrain Kasuba. Menurutnya, Malik itu urat saraf malunya sudah tidak normal lagi, sehingga apa yang dia lakukan Malik adalah sudah melampui dari batas orang normal.

"Malik itu tidak tahu malu, dan bikin diri seakan-akan dia itu dia sudah. Ngana me ikut mengemis jabatan kong mau protes pake media sigala. Fuma kaya babi kong bikin diri mangarti tuh. Ngana terima nasib sudah jadi orang fuma. Ngana pe masalah kong kase foya orang, dan bawa-bawa orang lain dimasalah ngana itu," jelasanya.

Anis mengingatkan pada warga Lata-lata agar jangan mau diajak oleh Malik Gama dalam masalahnya, nanti bisa-bisa anda yang kena getah sendiri. Malik itu pandai bersandiwara dan bersilat lidah. Dia itu suka mengajak orang lain masuk dalam maslahnya.

"Makanya kalau dia ajak anda semua ikut terlibat dalam masalahnya, jangan mau ikut-ikutan yah. Kalau ngoni paksa iko-iko dia maka resikonya ngoni akan tanggung sendiri," tutur Anis.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Pjs kepala desa Lata-lata Etus Maici. Dalam penjelasannya, kades mengajak pada seluruh warganya untuk bersama-sama berkonsentrasi membangun desa Lata-lata, agar kedepan desa ini menjadi yang lebih baik lagi.

"Intinya jangan terjebak pada orang-orang yang tidak bertnggungjawab utuk memecah persatuan kita. Jangan mau dihasut oleh mreka untuk mengadu domba antara keluarga. Pokoknya kita harus aman dan bersatu untuk desa ini. Saya hanya sementara memimpin desa ini, jadi anda semua harus cerdas melihat desa ini kedepan," tutur Etus.

ALDY M