Selasa, 20 April 2021 | 17:12:05 WIB

TNI AL Kerahkan Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Dan Batalyon Zeni Marinir Ke Mamuju

Jum'at, 15 Januari 2021 | 18:15 WIB
  • (FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 untuk melaksanakan operasi kemanusiaan terkait gempa bumi yang terjadi di Mamuju Sulawesi Barat dengan magnitude (M) 6,2 Jumat dihihari (15/1/21) pukul 01.28 WIB.  

Menurut BMKG, Lokasi gempa ada di koordinat 2,98 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur di kedalaman 10 kilometer.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., juga  menyiapkan Batalyon Kesehatan (Yokes) 1 dan 2 Marinir. “Selain kapal rumah sakit, juga akan disiapkan Batalyon Kesehatan (Yokes) 1 dan 2 Marinir untuk menggelar bantuan kesehatan. Sementara Batalyon Zeni 1 Marinir akan membantu pembersihan daerah terdampak ataupun pasca gempa untuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” terang Laksamana TNI Yudo Margono.

Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) Makassar bergerak cepat mengirimkan ratusan ton bantuan logistik berupa beras, mie instant, air mineral, biscuit karton, Sarden, Telur, Biscuit Cabin, Konserven, Gula pasir, handuk, alat mandi, velbed, tenda lapangan, genset, motor trail, bensin, tempat makan, alat kesehatan dan obat-obatan serta alat komunikasi bantuan dari Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Kemensos, Forkopimda, Bank Mandiri dan Ormas serta masyarakat di Sulsel ke daerah gempa dengan menggunakan KRI Teluk Ende – 517 menuju Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) dari Dermaga Fasharkan Makassar, Jum'at (15/1/21). 

Sementara itu, jumlah personel Satgas dari Lantamal VI Makassar yang dikirim berjumlah 97 Personel, yang terdiri dari 60 personel Yonmarhanlan dan 37 personel dari Lantamal VI untuk mendukung kegiatan SAR dan Kesehatan untuk Korban bencana yang terdampak gempa di Kabupaten Mamuju dan sekitarnya.

Selain menimbulkan kepanikan warga, gempa ini  juga merusak sejumlah fasilitas seperti  bangunan-bangunan kantor termasuk Dermaga Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) patah dan rumah-rumah anggota TNI AL yang sebagian kondisinya hancur, sementara Kondisi listrik dalam keadaan padam.  Sebagian warga diungsikan ke kantor Gubernur. (ARMAN R)