Selasa, 26 Oktober 2021 | 00:30:01 WIB

Ketua Umum HMI Cabang Ternate M. Kadafik Sainur Tegaskan, Jangan Pengaruhi Keputusan MPK PB HMI

Kamis, 25 Februari 2021 | 20:15 WIB
  • Ketua Umum HMI Cabang Ternate, M. Kadafik Sainur

LINDO TERNATE - Dualisme yang berlarut-larut antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate versi SK Arya Kharisma Hardy dan HMI Cabang versi Respiratori Saddam Aljihad masih terjadi hingga saat ini. Meskipun sudah diketahui bersama jika kepengurusan di tingkat PB HMI telah direkonsiliasi pasca pengunduran diri Saddam Aljihad dan menyerahkan kepengurusan di bawah Pj. Ketua Umum Arya Kharisma Hardy pada tahun 2020. Namun dengan satu PB, justru tidak menyelesaikan persoalan dualisme yang sudah terlanjur menurun hingga ke cabang-cabang. 

 

"Karena itulah, Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) PB HMI diharapkan dapat menyelesaikan persoalan ini dengan melakukan sidang MPK guna melahirkan suatu kebijakan atau keputusan yang rekonsiliatif," Tutur ketua Umum HMI Cabang Ternate M. Kadafik Sainur saat diterima rilisnya pada Kamis (25/02/2021).

 

Lebih Lanjut kata dia, Semenjak sidang yang dilakukan oleh MPK PB HMI terhadap persoalan dualism HMI Cabang Ternate pada hari Sabtu, tanggal 26 Desember 2020 hingga saat ini, belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan oleh MPK PB.

 

"Namun sudah ada bocoran yang coba dimainkan melalui manuver oknum-oknum tertentu di PB yang justru membuat gaduh suasana di lingkungan HMI Cabang Ternate Ujarnya.  

 

“Sangat disayangkan dan aneh, karena belum ada keputusan resmi dari MPK PB HMI tetapi ada isu bocoran jika MPK sudah mengakomodir Cabang sebelah yang memegang SK dari Respiratori Saddam Aljihad, isu ini katanya bersumber dari salah satu oknum pengurus PB HMI yang berasal dari Cabang Ternate yang dulunya masuk di kepengurusan PB versi Saddam Aljihad," tambah Kadafik.

 

Menurutnya, sebagai pengurus PB, oknum tersebut harusnya berlaku akomodatif dan tidak menimbulkan kegaduhan melalui isu-isu liar. Sebab Kadafik meyakini, jika keputusan MPK PB berdiri di atas landasan etis dan konstitusional, maka jajaran kepengurusan Cabang yang dibawahinya dengan mandat SK Arya yang masih berlaku yang akan diakomodir oleh MPK PB.

 

“Ya, kita harus bersandar pada landasan etis dan konstitusional, jadi sangat rasional jika ini berpihak kepada kami. Pertama, kami memegang mandat SK kakanda Arya Kharisma Hardy yang masih berlaku, sementara mereka yang memegang SK Saddam Al Jihad, sudah kadaluwarsa SK-nya terhitung sejak bulan Agustus tahun 2020 yang lalu. Jadi argumentasi etis dan konstitusional mana yang bisa mengakomodir mereka,” Tanya Kadafik.

 

"ini berkaitan dengan logika. Bisa diterima tidak jika kepengurusan cabang sebelah yang dulunya secara publik dan di medsos menghujat dan memaki PB HMI dibawah kakanda Arya Kharisma Hardy, bahkan saat pelantikan kami, mereka mau memukul pengurus PB HMI kanda Arya yang melantik kami, tetapi ketika PB HMI Saddam mundur, sekarang mereka malah mengemis untuk diakomodir oleh PB HMI kakanda Arya dengan menggunakan tangan dan intrik dari oknum anggota PB HMI peninggalan Saddam Ini kan kacau,” Lanjutnya.

 

Dia bilang, akhir-akhir ini memang tercium aroma intrik yang sangat kuat di HMI, terutama menjelang kongres yang coba dimainkan oleh beberapa Tim Bakal Calon Ketua Umum PB HMI. Karena dirinya dan teman-teman pengurus masih berhati-hati agar tidak terjebak dalam pusaran intrik tersebut. Dirinya meyakini jika ketaatan konstitusional masih berlaku maka hasilnya tentu saja dilandaskan secara etis. Berbeda jika semuanya dibangun oleh landasan politik, hasilnya pasti aneh dan membingungkan.

 

“HMI adalah organisasi kader, karena itu kepada oknum-oknum terkait yang coba menerapkan intrik-intrik politik tertentu dan menyebarkan isu tentang keputusan MPK PB yang belum keluar, agar menghentikan segala manuvernya. Sebagai pengurus PB maka yang harus ditunjukkan ke kader-kader dibawah harusnya hal-hal yang menjadi contoh baik. Kami meyakini, keputusan MPK PB jika dilandasi secara etis dan konstitusional, pasti tidak akan terpengaruh oleh manuver-manuver politik yang licik seperti ini, Jadi hentikan upaya mempengaruhi keputusan MPK PB HMI," Bebernya.

 

Kata dia, aneh apabila pihak-pihak ini masih mencoba bermanuver dengan menyebarkan isu-isu liar di HMI Cabang Ternate, apa motif dan tujuannya? Melalui analoginya, dirinya mengibaratkan oknum Pengurus PB HMI ini sebagai orang yang hanya cari selamat sendiri. Ketika sudah diselamatkan, malah tidak berhenti menciptakan kegaduhan yang jauh dari nilai-nilai etis.

 

“Sebagai analogi begini; dulu, kapal yang dipimpin oleh kakanda Saddam Aljihad disuruh berlayar oleh kepala-kepala kelasinya di antara bongkahan-bongkahan es yang terjal. Ketika kapal tersebut tenggelam karena menabrak bongkahan-bongkahan tersebut, kepala-kepala kelasi ini malah berenang menyelamatkan diri masing-masing, mencari perahu yang dulu mereka tertawakan agar menyelamatkan mereka, sementara di belakang mereka biarkan kakanda Saddam Aljihad tenggelam bersama kapalnya," Tutup Kadafik. (Asdar/Faizal)