Selasa, 21 September 2021 | 21:09:02 WIB

Pandemi Covid-19, Riana Kusuma Tak Lelah Berinovasi Kembangkan Bisnis Batiknya

Rabu, 19 Mei 2021 | 23:08 WIB
  • Riana Kusuma. (FOTO : ISTIMEWA/LINDO)

TANGERANG, LINDO - Dampak Pandemi Covid-19 pada awal Maret 2020 lalu, membuat pelaku bisnis UMKM menjadi shock, tidak kecuali Riana Kusuma, Seorang Desainer, Pebisnis/Penggiat Batik, sekaligus Founder Brand Batik "Riana Kesuma".

 

Sebelum Pandemi Covid-19, dalam meningkatkan jumlah penjualan batiknya, Riana melakukan penjualan melalui acara pameran dan sejenisnya selain dari Toko Batik "Riana Kesuma" yang ia miliki di Bintaro.

 

"Awal Pandemi Covid-19 kami shock. Saya selaku Pelaku Batik, waktu sebelum Corona saja, kami menghadapi persaingan yang kuat dan sangat ketat, apalagi pada masa Pandemi ini. Maka daya tahan tubuh juga harus kuat dan perlu pemikiran yang luar biasa untuk solusi pemasaran batik saai ini. Untuk itu, kami berjuang lagi untuk pemasaran secara online. Yang nggak ngerti online akan terlindas," kata Riana kepada Lindo di Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan, Propinsi Banten, baru - baru ini.

 

Maka lanjutnya, untuk pemasaran batik,   Riana intens menggunakan Media Sosial (Medsos) seperti What's App (WA) dan Instagram (IG) yaitu dengan IG : batik.rianakesuma sebagai sarana pemasaran produknya. Jadi, jika ada produk batik baru, customer bisa tahu melalui IG dan WA.

 

Menurut Riana, pada masa Pandemi ini, ia membuat produk batik yang tidak harus mahal dan ia harus memposisikan sebagai Customer, tidak berpikiran terus sebagai produsen. "Karena customer saya terdiri dari semua segmen masyarakat," ungkap wanita yang hobby traveling ini.

 

Untuk itu tambahnya, Riana tidak menyerah dan terus berinovasi, baik dalam mendesain batik, agar customer tidak mudah bosan dengan desain batiknya dan juga dalam strategi pemasaran batik melalui Medsos, untuk bisa survive bisnisnya ditengah Pandemi Covid-19.

 

Riana juga bersyukur, banyak customer loyalnya yang membeli produk batiknya karena Customer Riana melihat kualitas batik Riana yang tidak diragukan lagi dan batik Riana nyaman dipakai. Customer Riana selain di dalam negeri, juga di luar negeri, seperti antara lain di Singapura, Belanda, dan Jepang.

 

"Saya ingin Customer beli batik saya, puas dengan batik saya, lalu beli dan beli. Karena customer sekarang pintar dan logis, yang ngerti batik, dengan kualitas tinggi dan nyaman dipakai," ujar Ibu berputra dua orang ini.

 

Riana menceritakan, motif parang dan wayang menjadi ciri khas batiknya dan kebanyakan batiknya untuk kaum perempuan.

 

Ia mengungkapkan, dibandingkan Maret 2020 dengan Maret 2021, ada kenaikan penjualan sebesar 80 persen, karena pembeli sudah terbiasa dengan penjualan secara online. Menurut Riana, tantangan kedepan untuk batiknya adalah marketnya kaum milenal dan peran anak muda dibutuhkan untuk kelangsungan industri pebatik lokal.

 

Batik Riana secara offline, selain di Toko Batik Riana Kesuma di Bintaro dan Bandara di Kota Solo (Jawa Tengah), anda dapat membeli Batik tersebut di Departemen Store, seperti antara lain di Sarinah, Metro, Sogo, dan Pondok Indah Mall (PIM) 3 yang baru dibuka dan di Solo.

 

Pembeli dan pengguna Batik Riana, mulai dari ibu rumah tangga, Aparat Sipil Negara (ASN) hingga istri pejabat, seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Jokowi, Ibu Endang Budi Karya (Istri Menteri Perhubungan), Ibu Yanti Airlangga (Istri Menko Perekonomian), istri Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Widyawati (aktris), Anggota DPR RI Evita Nursanty, Nina Akbar Tandjung, Kartini Basuki (Perupa), Bella Saphira, dan lainnya. (ARMAN R)