Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:06:15 WIB

Denny Siregar Sebut Moeldoko Sebagai Kuda Hitam Yang Diperhitungkan Pada Capres 2024

Selasa, 17 Agustus 2021 | 22:18 WIB
  • Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko. (FOTO : BISNIS.COM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Nama Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko disebut Penggiat Media Sosial (Medsos) Denny Siregar sebagai kuda hitam yang diperhitungkan dalam bursa Calon Presiden (Capres) 2024.

Hal itu diucapkan Denny Siregar dalam Chanel Youtube 2045 (Dua Ribu Empat Lima) TV pada 20 Maret 2021, yang memprediksi Capres 2024 akan ramai dan menarik. Sebabnya tak ada calon petahana yang berlaga.

Nama - nama  Calon Presiden (Capres) 2024 dari lembaga survei terus dirilis, banyak kejutan terjadi.  Sebut saja, Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Moeldoko.

Ganjar namanya masih tetap bertengger di berbagai lembaga survei resmi dan masuk dalam 3 besar. Selain itu, Ganjar selalu masuk dalam radar pemilih kawasan timur Indonesia. Memang basis dukungannya kandang Banteng, Jawa Tengah (Jateng), tapi Pemilihan Presiden (Pilpres) kan pemilihnya dari 34 Provinsi.

Kendaraan yang dipakai Gubernur Jateng ini pastinya PDIP (Jika direstui Megawati). Pasalnya, Puan Maharani yang menjabat Ketua DPR digadang-gadang juga bakal dicalonkan sebagian tokoh untuk maju di Pilpres 2024.

Begitu juga Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan harus berjibaku dan mendapat tiket dari dua sampai tiga partai untuk ikut Pilpres pasca Jokowi.

Terlepas dari itu bagi pemilih Jokowi, nama-nama Ganjar Pranowo, Puan Maharani, dan Moeldoko selalu dirajut dalam hati.

Apalagi, Denny Siregar menyebut Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko sebagai kuda hitam yang diperhitungkan. Memang pasca kongres luar biasa Demokrat Deli Serdang awal Maret 2021 lalu, Moeldoko menjadi buah bibir untuk bertarung di Pilpres 2024.

Kini kisruh Demokrat tinggal menunggu babak akhir. Pasalnya penyelesaian Demokrat sudah dalam proses hukum di sidang pengadilan. Jika, gugatan Moeldoko dikabulkan di sidang pengadilan, maka bukan tak mungkin, tampuk kekuasaan Demokrat akan dipegangnya. Itu semakin memuluskan langkahnya menginjakan kakinya pada Pilpres 2024.

Pertanyaanya, kenapa Moeldoko? Banyak orang menyebut, yang bisa meneruskan pembangunan dirintis, dibangun dan diselesaikan Jokowi, kemudian dirawat pembangunannya hanya Moeldoko.

Tak perlu diragukan dedikasianya kepada negara, 4 konsesus kebangsaan telah dilaksanakannya secara sempurna, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Segala hal yang belum sempat dikerjakan Jokowi pasca 2024, akan mampu dilaksanakan oleh Moeldoko sebagai penerusnya. Dengan syarat, jika para elit, tokoh bangsa ingin melihat dan merasakan Indonesia maju dan lebih maju, serta mampu bersaing dengan negara luar, maka Moeldoko pilihan yang tepat. (ARMAN R)