Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:52:18 WIB

PT Zyrexindo Persiapkan Bahan Baku Genjot Penjualan Laptop Di Semester II Tahun 2021

Selasa, 31 Agustus 2021 | 05:35 WIB
  • (FOTO : BISNIS.COM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - PT Zyrexindo Mandiri Buana, Tbk (“Perseroan”), produsen Laptop dan produk-produk TIK serta IOT merek zyrex, mengumumkan hasil kinerja keuangan perusahaan tengah tahun yang 
berakhir tanggal 30 Juni 2020 (tidak diaudit).

Pada pertengahan tahun 2021, Perseroan memiliki total aset sebesar Rp 276,9 Miliar, naik signifikan 53% secara year-on-year (“yoy”) dari Rp 129,6 Miliar di tahun 2020. Kenaikan aset yang signifikan tersebut didominasi oleh kenaikan posisi kas karena penerimaan uang muka 
dari pelanggan dan meningkatnya persediaan bahan baku laptop untuk penjualan di semester II tahun 2021. 

Kenaikan aset juga diiringi dengan kenaikan posisi liabilitas sebesar 46% dari Rp 77,7 Miliar menjadi Rp 144 Miliar dan kenaikan posisi ekuitas sebesar 61% dari Rp 51,9 Miliar menjadi Rp 132,9 Miliar. 

Walaupun demikian, Perseroan mengalami penurunan penjualan secara yoy. Timothy Siddik selaku Direktur Utama Perseroan mengatakan, penurunan penjualan di semester I tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, seasonality di industri IT di mana pada semester I umumnya membukukan penjualan yang lebih rendah dibandingkan semester II. 

Namun menurutnya, tidak seperti biasanya pada tahun 2020 Perseroan membukukan penjualan yang cukup tinggi pada semester I yang 
disebabkan carry over penjualan untuk pengadaan peralatan pendidikan tahun 2019, sehingga penjualan semester I tahun 2020 sangat tinggi. Walaupun demikian, kontribusi penjualan laptop tetap mendominasi pendapatan Perseroan. 

"Pada semester I tahun 
2021 ini penjualan mengalami perlambatan di sektor komersial (B2B) karena PPKM yang berkelanjutan, sehingga pelanggan korporat kami belum dapat melakukan ekspansi sesuai target,” ungkap Timothy Siddik dalam press rilis yang diterima Lindo, Senin (30/8/21). 

Perseroan lanjutnya, mengalami penurunan Penjualan sebesar 49% secara yoy dari Rp 162,6 Miliar di tahun 2020 menjadi Rp 82,6 Miliar di tahun 2020. Penurunan Penjualan turut menurunkan Laba Bersih tahun berjalan sebesar 90% dari Rp 32,3 Miliar di tahun 2020 menjadi Rp 3,5 Miliar di tahun 2020. Adapun Laba Bersih Per Saham atau Earning Per Share (“EPS”) di tahun 2021 sebesar Rp 2,95 turun dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 71,6. 

Dengan menurunnya Penjualan kata Timothy, Beban Pokok Pendapatan Perseroan tercatat turun 38,3% yoy dari Rp105,6 Miliar menjadi Rp65,2 Miliar, sehingga Perseroan berhasil mengantongi Laba Kotor sebesar Rp 17,5 Miliar, turun 69,37% yoy dari Rp 57 Miliar di tahun 2020. 

Penurunan laba bersih juga disebabkan oleh biaya pasca Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang cukup besar. Selain itu, terdapat kenaikan beban bunga pinjaman yang cukup 
signifikan, di mana pinjaman tersebut digunakan untuk pembelian bahan baku laptop. 

"Saat ini, Perseroan sedang mempersiapkan bahan baku laptop untuk penjualan di semester II di 
sektor retail dan pengadaan pemerintah, sehingga terjadi peningkatan yang signifikan pada 
posisi persediaan dari Rp 33,1 Miliar pada tahun 2020 menjadi Rp 80,8 Miliar pada tahun ini," papar Timothy.

Hal tersebut tambahnya, juga tercermin pada arus kas Perseroan, dimana penerimaan dari pelanggan dan pembayaran kepada pemasok mengalami kenaikan yang cukup besar. Dengan demikian, penjualan akan mengalami kenaikan signifikan dan tercatat pada semester II tahun 2021. (ARMAN R)